Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Gerbang SMK PGRI 24 di Kalideres, Jakarta Barat, pada hari Jumat digembok oleh ahli waris sehingga para siswa sempat tertahan di luar sekolah hingga ada mediasi dari pihak terkait.
Pihak Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Wilayah I Jakarta Barat turut serta dalam menangani dan memediasi masalah penutupan gerbang sekolah tersebut.
“Mediasi sudah dilakukan. Tim dari Sudindik sudah turun ke lokasi,” kata Kepala Sudindik Wilayah 1 Jakarta Barat, Diding Wahyudin ketika dihubungi di Jakarta.
Penutupan gerbang sekolah ini menjadi viral di media sosial karena para siswa sempat tidak bisa masuk. Diding mengonfirmasi hal ini.
“Iya, yayasan yang menggembok. Tanahnya memang dalam sengketa,” ungkap Diding.
Namun, para siswa akhirnya bisa masuk setelah gerbang sekolah dibuka kembali berkat mediasi dari Sudindik.
“Sekarang sudah bisa masuk. Tim Sudindik sedang mendalami masalah ini,” ujar Diding.
Dalam video yang viral di akun Instagram @jktnewss, terlihat para siswa SMK PGRI 24 Kalideres berdiri dengan tenang di luar gerbang karena gerbang tersebut digembok. Para siswa tidak melakukan tindakan anarki.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak Sudindik Jakarta Barat belum mengungkapkan hasil penyelidikan terkait penutupan gerbang SMK PGRI 24 Kalideres.








