Home / Rapat Komisi III DPR, Polisi Pastikan Tidak Terjadi Pengeroyokan pada Mahasiswa UKI

Rapat Komisi III DPR, Polisi Pastikan Tidak Terjadi Pengeroyokan pada Mahasiswa UKI

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Polisi Pastikan Tidak Ada Pengeroyokan pada Mahasiswa UKI

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menekankan bahwa tidak terjadi pengeroyokan dalam insiden meninggalnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erza Walewangko (22) di kampus pada Selasa (4/3).

“Kami tidak menemukan bukti adanya pengeroyokan, meskipun memang ada keributan. Keributan memang terjadi, namun tidak ada pengeroyokan seperti yang dikatakan,” ujar Nicolas dalam rapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Pernyataan Nicolas ini membantah klaim keluarga korban terkait adanya keributan dan pengeroyokan terhadap Kenzha.

“Mengenai klaim keributan atau pengeroyokan, kami jelaskan bahwa video yang beredar di media sosial sudah dimodifikasi, sehingga tidak terlihat adanya pengeroyokan,” jelas Nicolas.

Dalam RDP tersebut, Nicolas juga menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa 47 saksi.

Detailnya, 26 saksi dari mahasiswa UKI, delapan saksi dari sekuriti kampus UKI, tujuh saksi dari RS UKI, tiga saksi dari rektorat UKI, satu saksi dari keluarga korban, satu saksi pengemudi kampus UKI, dan satu saksi penjual minuman alkohol.

Saksi yang diinterogasi bukanlah mahasiswa yang ikut mengonsumsi alkohol bersama korban.

“Kami fokus pada keterangan saksi-saksi yang netral, yaitu mahasiswa yang tidak terlibat minum, mahasiswa yang ada di sekitar tempat kejadian perkara, dan pihak sekuriti yang membubarkan kegiatan di payungan tengah, serta yang menggotong korban, yaitu EFW dan PAG, dari payungan tengah ke pagar kampus,” terang Nicolas.

Saksi menyatakan korban sebelumnya minum alkohol bersama dua teman di kampus HIPMI UKI, kemudian berpindah ke area payungan tengah dan meminum arak Bali dengan sekitar 10 orang lainnya.

Nicolas mengungkapkan bahwa saat di payungan tengah, Kenzha jatuh sendiri tanpa adanya kontak dari orang lain.

“Di payungan tengah, dia jatuh sendiri tanpa disentuh orang lain, jatuh dua kali. Ada juga hasil rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi di TKP. Setelah itu, korban sudah tidak bisa berjalan sendiri dan akhirnya diantar oleh dua saksi,” kata Nicolas.

Kenzha tidak dapat berjalan sendiri setelah kejadian itu dan harus dibantu dua saksi menuju tepi pagar kampus.

Setelah itu, Kenzha berdiri sambil menggoyangkan pagar dan berteriak dengan nada rasis. Pagar besi kemudian roboh dan Kenzha terjatuh ke dalam got.

“Karena goyangan pagar, korban terjatuh bersama pagar ke dalam got kering yang berisi batu-batu. Korban terjepit di atas, sementara pagarnya di bawah, menyebabkan luka parah dan pendarahan di kepala,” ungkap Nicolas.

Korban kemudian diangkat oleh dua petugas keamanan karena tidak mampu berdiri lagi setelah jatuh ke dalam got. Saat dibawa, korban kembali jatuh setelah berjalan 10 meter.

“Korban jatuh sendiri dua kali di payungan tengah, sekali di got pagar, sekali di aspal, dan sekali saat berjalan. Total jatuh lima kali,” tambah Nicolas.

Dalam kondisi tidak sadar, Kenzha dibawa ke IGD RS UKI dengan motor oleh dua petugas keamanan.

Sebelumnya, Dokter Forensik RS Polri Arfiani Ika Kusumawati mengungkapkan bahwa ditemukan alkohol dalam dosis tinggi setelah pemeriksaan tubuh Kenzha.

“Pemeriksaan toksikologi menunjukkan adanya alkohol dengan kadar berbeda di urine, darah, dan lambung, namun tidak terdeteksi di hati. Ini menunjukkan konsumsi alkohol dalam jumlah besar,” jelas Arfiani dalam konferensi pers mengenai kasus mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erza Walewangko (22) di Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (24/4).

Pemeriksaan toksikologi adalah serangkaian tes untuk mendeteksi dan mengidentifikasi zat berbahaya atau racun dalam tubuh, seperti obat-obatan, zat kimia, atau racun lainnya. Tes ini biasanya dilakukan pada sampel darah, urine, atau air liur.

Arfiani menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kandungan alkohol jenis etanol sebanyak 0,20 persen pada urine, 0,001 persen pada darah, dan 1,75 persen pada lambung. Namun, di hati Kenzha tidak terdeteksi adanya alkohol etanol.

Menurut Arfiani, alkohol bukan penyebab langsung kematian Kenzha, tetapi konsumsi dalam dosis tinggi mempercepat kematian karena menurunkan kesadaran dan mengganggu pernapasan.

Tag:

Category List

Social Icons