Home / Ekonomi / Menhub: Kemampuan Ciwandan-Patimban Bisa Atasi Kemacetan Priok

Menhub: Kemampuan Ciwandan-Patimban Bisa Atasi Kemacetan Priok

menhub kapasitas ciwandan patimban memungkinkan atasi kongesti priok

Menhub: Kemampuan Ciwandan-Patimban Bisa Atasi Kemacetan Priok

Kita perlu melihat lokasi para pelaku bisnis yang akan memanfaatkan fasilitas pelabuhan tersebut berada di mana

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut bahwa kapasitas yang dimiliki Pelabuhan Ciwandan dan Patimban dianggap memadai sebagai opsi lain untuk mengurangi kemacetan logistik di Tanjung Priok akibat kelebihan beban aktivitas bongkar muat.

“Alternatif tersebut kita sediakan. Apakah kapasitas di Banten (untuk bongkar muat logistik) memungkinkan? Bisa jadi. Patimban juga demikian, namun kita perlu melihat terlebih dahulu lokasi para pelaku usaha yang akan memanfaatkan fasilitas pelabuhan itu,” ungkap Menhub di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan Menhub ini muncul saat dimintai tanggapan mengenai adanya usulan dari asosiasi logistik yang menginginkan pemanfaatan pelabuhan alternatif di luar Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mengurangi kemacetan serta meningkatkan efisiensi dan kepastian layanan ekspor-impor logistik.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan, dalam acara Halal Bihalal dan Forum Group Discussion yang diadakan ALFI di Menara Kadin Jakarta, Jumat (26/4), menyebutkan bahwa salah satu pelabuhan yang bisa menjadi pilihan sebagai hub pelaksanaan bongkar muat logistik untuk ekspor-impor adalah Pelabuhan Ciwandan di Banten.

Menanggapi hal tersebut, Menhub mengakui ada wacana untuk memindahkan sebagian aktivitas bongkar muat dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Ciwandan di Banten dan Patimban di Subang demi mengatasi kemacetan parah yang pernah terjadi.

Menurutnya, kemacetan lalu lintas logistik di sekitar Priok disebabkan oleh kapasitas salah satu terminal yang melebihi batas tampung ideal, yang semestinya dibatasi maksimal 65 persen dari total kapasitas.

Dudy mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada Pelindo sebagai pemegang konsesi agar tidak ada terminal yang melebihi kapasitas.

“Karena kita sudah melihat dampaknya, apabila terminal menampung lebih dari kapasitas, maka kapasitas jalan tidak akan mampu mendukung,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Kemenhub mempertimbangkan pemanfaatan pelabuhan lain seperti Ciwandan dan Patimban untuk mendukung kelancaran logistik nasional, termasuk ekspor-impor.

Namun Menhub menekankan bahwa relokasi aktivitas bongkar muat dari Tanjung Priok ke pelabuhan lain tidak dapat dipaksakan, karena tetap bergantung pada keputusan dan pertimbangan bisnis pelaku usaha.

Faktor utama yang mempengaruhi relokasi meliputi efisiensi distribusi barang, lokasi gudang, serta jarak pelabuhan dengan pabrik atau pengguna akhir barang logistik tersebut.

“Yang paling penting bagi kami adalah mengatur agar kapasitas di Priok tidak melebihi batas, karena akan berdampak pada jalan. Memang ada pemikiran untuk memindahkan ke pelabuhan lain, namun kami harus menyerahkan keputusan kepada para pelaku usaha,” bebernya.

Diketahui, car terminal dan container terminal Pelabuhan Patimban saat ini masih dalam tahap pembangunan untuk mendukung aktivitas bongkar muat logistik.

Kemenhub berharap jika pelabuhan dan akses di Patimban telah rampung, pelaku usaha di sekitar Subang dapat memanfaatkannya sebagai pelabuhan utama mereka.

“Yang pasti, kejadian kemarin (kemacetan parah di Tanjung Priok) sudah menunjukkan bahwa kapasitas tidak boleh melebihi batas. Jika melebihi, akan berdampak pada pengguna jalan,” ujar Menhub.

Tag:

Category List

Social Icons