PPIH Paparkan Dua Mekanisme Pembagian Kartu Nusuk
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memaparkan bahwa Kartu Nusuk untuk jamaah haji asal Indonesia didistribusikan melalui dua metode utama guna mengoptimalkan layanan serta membantu jamaah yang kelelahan.
“Distribusi Kartu Nusuk dilakukan dengan dua metode utama. Pertama, diberikan langsung di lobi hotel saat jamaah akan menempati kamar masing-masing,” jelas Ramlan, Kepala Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Makkah di Arab Saudi, Minggu.
Ramlan menguraikan bahwa mekanisme ini diterapkan untuk jamaah yang kondisi fisiknya memungkinkan menerima kartu tersebut setelah turun dari bus.
Sementara itu, mekanisme kedua dirancang khusus untuk jamaah yang merasa lelah. Petugas akan membagikan serta mengaktifkan Kartu Nusuk di dalam bus sebelum jamaah turun dan memasuki hotel.
“Jika jamaah merasa lelah, kartu akan kami serahkan di bus sebelum turun, dan sisanya diberikan di hotel. Beberapa jamaah kami sarankan untuk beristirahat sejenak di dalam bus, sementara Kartu Nusuk disampaikan oleh petugas maktab,” tambahnya.
Saat ini, tim PPIH terus aktif melayani jamaah haji yang tiba, termasuk di Hotel 215, tempat penampungan jamaah dari Jeddah.
“Kami saat ini berada di Hotel 215, yang menjadi tempat bagi jamaah yang baru tiba dari Jeddah untuk menempati akomodasi mereka,” ujar Ramlan.
Jamaah dari UPG 32 (Provinsi Gorontalo) yang datang dari Jeddah ditempatkan di dua hotel, yaitu Hotel 215 yang menampung 263 jamaah, dan Hotel 222 dengan kapasitas 92 jamaah. Proses kedatangan jamaah berjalan agak lambat karena adanya verifikasi ulang untuk memastikan semua jamaah yang tiba sesuai dengan data yang ada.
Meskipun proses pembagian Kartu Nusuk telah berjalan dengan baik, masih ada sekitar 10 persen jamaah yang belum menerimanya karena kedatangan mereka yang terus berlanjut.
“Proses verifikasi jamaah dari Jeddah berlangsung cepat berkat koordinasi yang baik dengan pihak maktab dan syarikat, sehingga tugas dapat dibagi dengan efisien,” jelasnya.
Ramlan juga menekankan bahwa keberhasilan ini berkat komunikasi yang efektif antara petugas PPIH dan maktab.
“Sebelum pelaksanaan, kami sudah berkoordinasi untuk memastikan data jumlah jamaah, penempatan hotel, dan lainnya, sehingga saat pembagian Kartu Nusuk, semua berjalan lancar,” tuturnya.
Dengan layanan yang optimal, PPIH berharap seluruh jamaah dapat menerima Kartu Nusuk mereka dengan mudah dan siap menjalankan ibadah dengan nyaman.









