Tim DVI Dikerahkan untuk Identifikasi Korban Longsor di Gunung Kuda
Cirebon (BERITA HARIAN ONLINE) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, telah menurunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) guna mengidentifikasi korban bencana longsor di area pertambangan galian C di Gunung Kuda, Cirebon, pada Sabtu (31/5).
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, pada Sabtu mengungkapkan bahwa pengambilan sampel DNA dari keluarga korban dilakukan oleh Tim DVI Polresta Cirebon bersama tim dari Polda Jabar sebagai bagian dari metode identifikasi berbasis ilmiah.
Menurut penuturannya, sampel DNA yang berupa buccal swab dari cairan mukosa mulut keluarga korban akan dicocokkan dengan jenazah yang ditemukan di lokasi bencana longsor.
Dia menekankan bahwa pengerahan Tim DVI ini adalah wujud komitmen kepolisian untuk memastikan identitas para korban dapat diidentifikasi secara tepat sebelum diserahkan kepada keluarga mereka.
“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya.
Sumarni menyatakan bahwa pengambilan sampel DNA dimulai pada pukul 11.00 WIB dan akan dilanjutkan hingga tuntas, dengan harapan dapat mempercepat proses identifikasi yang saat ini menjadi prioritas utama di lapangan.
Selain Tim DVI, pihaknya juga mengerahkan Unit K9 untuk membantu proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
“Sejak pagi, Unit K9 telah menyisir area yang telah dipetakan sebagai zona rawan,” jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa tiga ekor anjing pelacak beserta pemandu dan instrukturnya diterjunkan ke lokasi untuk mendukung tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan.
Dia menambahkan bahwa keberadaan K9 sangat bermanfaat karena dapat mendeteksi keberadaan jenazah hingga radius 10 meter, sehingga mempercepat proses pencarian di medan yang sulit.
“Proses evakuasi korban longsor saat ini melibatkan alat berat ekskavator yang difokuskan pada titik-titik yang dicurigai terdapat korban tertimbun,” ungkapnya.









