Wakil Menteri Ekraf Ajak Pengembang Gim Berkolaborasi dengan Merek Lain
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Irene Umar, selaku Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, mengajak para pengembang gim lokal untuk menggandeng merek lokal lainnya dalam memperkenalkan gim mereka ke ranah yang lebih luas, melampaui industri gim.
“Hindari hanya mencetak t-shirt secara langsung, cobalah untuk berkolaborasi dengan merek yang ada di Indonesia, kalian bisa mengaplikasikan gim kalian pada sepatu melalui kolaborasi. Kalian bisa berkolaborasi dengan 3Second, penting untuk memiliki kolaborasi lintas sektor,” ujarnya saat acara Game Seed 2025 Roadshow Jakarta di Jakarta, Rabu.
Irene menjelaskan bahwa kolaborasi dengan merek lain dapat membantu pengembang gim lokal memperkenalkan produk mereka baik di tingkat nasional maupun internasional.
Langkah kolaborasi lintas sektor ini diambil karena sering kali pengembang gim menghadapi kesulitan dalam mempromosikan gim mereka. Ia menyarankan agar para pengembang memanfaatkan sektor lain dan tidak terpaku pada satu industri saja.
Di sisi lain, Kementerian Ekonomi Kreatif yang mengawasi berbagai subsektor mulai dari mode hingga kerajinan dapat dimanfaatkan untuk menjalin kemitraan dalam memasarkan gim lokal.
Irene memberikan contoh beberapa cara memperkenalkan IP lokal seperti Tahilalats di Garuda Indonesia, karakter IP Si Bedil atau Tuti and Friends di 27 stasiun Kereta Api Indonesia, serta fasilitas konsol PlayStation di enam cabang Artotel di enam kota di Indonesia yang menampilkan gim buatan Indonesia. Selain itu, ada juga sudut permainan di Bandara Soekarno Hatta yang menampilkan gim Indonesia.
“Mungkin belum sempurna, tetapi ini membuat kita bisa bangga dengan gim-gim berkualitas yang kita miliki,” katanya.
Irene menambahkan, dalam mengembangkan gim lokal, penting bagi pengembang untuk memiliki jaringan yang baik dengan komunitas, penggemar gim, dan basis pengembang lainnya agar gim mereka lebih dikenal luas.
Melalui Game Seed 2025, diharapkan industri gim di Indonesia dapat menjadi mesin pertumbuhan baru yang berkontribusi dalam mendorong perekonomian menuju visi Indonesia emas di 2045.
“Banyak perusahaan yang tertarik untuk membuat gim karena industri ini masih baru, mereka bersemangat, jadi kami sangat membutuhkan dukungan kalian, beri tahu kami gim apa yang kalian buat, tantangan apa yang kalian hadapi, karena dengan adanya Kementerian Ekraf, fungsi kita adalah bekerja sama,” jelasnya.








