Menteri Bahlil Eksplorasi Kerjasama Migas dengan Rusia
Kami siap memperbarui infrastruktur untuk meningkatkan produksi minyak dari ladang yang sudah tua
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sedang menjajaki potensi kerjasama dengan Rusia dalam proyek minyak dan gas bumi (migas), dalam kunjungannya mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto ke Saint Petersburg, Rusia.
“Kami mengundang mitra strategis dari Rusia untuk berpartisipasi dalam eksplorasi area migas baru dan penemuan cadangan gas di lepas pantai,” ujar Bahlil, dikonfirmasi oleh BERITA HARIAN ONLINE dari Jakarta, Jumat.
Sektor energi menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan ini.
Kedua negara menunjukkan minat untuk terlibat dalam proyek eksplorasi dan produksi gas alam cair (LNG) serta pasokan minyak.
Pengeksplorasian kerjasama ini diharapkan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, khususnya dalam meningkatkan lifting minyak dan gas nasional sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo untuk mencapai swasembada energi.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Rusia menawarkan untuk memodernisasi infrastruktur migas.
Pembaruan ini mencakup penerapan teknologi terbaru untuk mengoptimalkan sumur yang selama ini kurang produktif.
“Kami siap memperbarui infrastruktur guna meningkatkan produksi minyak dari ladang yang sudah tua,” kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konferensi pers.
Bahlil mendampingi Prabowo dalam kunjungan ke Rusia untuk menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Konstantinovsky, Rusia pada Kamis (19/6/2025) waktu setempat.
Hubungan antara Rusia dan Indonesia telah terjalin erat melalui kolaborasi di sektor energi, termasuk di bidang migas, batu bara, ketenagalistrikan, energi baru dan terbarukan (EBT), serta efisiensi energi.
Salah satunya adalah rencana pembangunan kilang minyak dan kompleks petrokimia di Jawa Timur.
Pemerintah Indonesia berharap model kerjasama ini dapat menjadi dasar bagi proyek migas di masa mendatang, sekaligus mendatangkan investasi teknologi tinggi ke dalam industri nasional.









