Langkah Lanjutan Tim SAR di Jembrana dan Ketapang
Pada hari ketiga pencarian, tim SAR memperluas area pencarian ke arah selatan, baik dari sisi Jembrana (Bali) maupun Ketapang (Banyuwangi), karena arus bawah laut yang dominan ke arah selatan.
Banyuwangi (BERITA HARIAN ONLINE) – Tim gabungan Pencarian dan Pertolongan (SAR) melanjutkan upaya pencarian terhadap 29 korban hilang dari kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada hari Sabtu.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyanto, menjelaskan bahwa sesuai hasil evaluasi pada hari ketiga, fokus pencarian adalah menemukan posisi terakhir Kapal Tunu yang menjadi titik pencarian utama (fix datum).
“Pada hari ketiga, tim SAR memperlebar pencarian menuju selatan dari Jembrana (Bali) dan Ketapang (Banyuwangi), karena arus bawah laut yang dominan ke selatan,” ujar Eko dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.
Menurut Eko, tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui jalur udara, laut, dan darat, dimulai dari utara di jalur Ketapang-Gilimanuk menuju selatan dengan semua peralatan utama SAR yang dimiliki.
Mengenai prakiraan cuaca maritim Selat Bali hari ini, ia menambahkan, cuaca diperkirakan berawan tebal dengan potensi hujan ringan, kecepatan angin antara 4-20 knot, gelombang mencapai dua meter, dan jarak pandang sekitar delapan kilometer.
“Terkait arus bawah laut, rencana kami adalah menjadikannya titik pencarian utama atau fix datum,” tambahnya.
Peralatan utama operasi SAR yang dikerahkan antara lain kapal RIB 03 Banyuwangi, RBB Banyuwangi, RIB 01 Jembrana, KRI Tongkol, RIB Polairud, KN SAR Arjuna, KP Bima 7014, KRI Teluk Ende, KAL Sambulungan, KN SAR Permadi, Patkamla Payaman, KNP Granti, KN Chundamani, KP Hiu Macan Tutul, serta beberapa helikopter.
Data dari Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menunjukkan hingga saat ini telah ditemukan 30 korban selamat, enam korban meninggal, dan 29 masih dalam pencarian.
KMP Tunu Pratama Jaya, yang mengangkut 53 penumpang dan 12 awak serta 22 kendaraan, tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) malam sekitar pukul 23.35 WIB.
Penggunaan konten, crawling, atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs ini dilarang tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.









