Trump Akan Terapkan Tarif 30 Persen untuk EU dan Meksiko Mulai 1 Agustus 2025
New York City (BERITA HARIAN ONLINE) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan pada Sabtu pagi bahwa tarif impor sebesar 30 persen akan diberlakukan kepada Uni Eropa (EU) dan Meksiko mulai 1 Agustus.
Pengumuman tarif baru ini disampaikan dalam sebuah surat kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, yang kemudian dipublikasikan Trump di platform media sosial Truth Social.
Trump mengkritik Meksiko atas kegagalannya menghentikan kartel obat terlarang yang menyelundupkan zat seperti fentanil ke AS, dan menuduh bahwa negara tersebut tidak cukup berkolaborasi dengan Washington dalam mengatasi imigrasi ilegal.
Untuk Uni Eropa, presiden AS menyoroti hambatan tarif dan non-tarif yang menurutnya telah mengakibatkan defisit perdagangan jangka panjang dan signifikan.
“Sayangnya, hubungan kami masih jauh dari resiprokal,” tulisnya dalam surat itu. Trump menggunakan bahasa serupa dalam suratnya seperti yang dikirim ke pemimpin negara lain sebelumnya, memperingatkan mereka untuk tidak mengambil tindakan balasan, mendorong mereka untuk memindahkan perusahaan ke AS, dan menunjukkan bahwa tarif bisa diubah jika ada kerja sama.
Trump telah mengirim lebih dari 20 surat serupa ke mitra dagang AS lainnya minggu lalu, termasuk Kanada, Korea Selatan, Jepang, dan Brasil, dengan tarif berkisar antara 20 persen hingga 50 persen.
Von der Leyen dengan segera merespons pengumuman Trump, menyatakan bahwa mereka terbuka untuk negosiasi perdagangan dengan AS untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk melakukan tindakan balasan.
“Kami tetap siap untuk terus bekerja menuju kesepakatan pada 1 Agustus,” ujar pemimpin UE itu dalam sebuah pernyataan.
“Di saat yang sama, kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan EU, termasuk mengadopsi langkah balasan yang proporsional jika diperlukan.” “Pengenaan tarif 30 persen pada ekspor EU akan mengganggu rantai pasokan trans-Atlantik yang penting. Kami terus memperdalam kemitraan global kami, yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip perdagangan internasional berbasis aturan,” tambahnya.
Pernyataan bersama dari kementerian ekonomi dan kementerian luar negeri Meksiko menyebut tarif tersebut sebagai tindakan yang tidak adil, seraya menyatakan bahwa negara tersebut sedang dalam negosiasi dengan AS untuk menghindari pemberlakuan tarif pada 1 Agustus.








