Home / Teknologi / Selesainya Pembangunan Gedung Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Indonesia

Selesainya Pembangunan Gedung Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Indonesia

Selesainya Pembangunan Gedung Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Indonesia

Lingkup pekerjaan kami mencakup persiapan struktur, arsitektur, mekanikal, elektronik, dan perpipaan yang telah diadaptasi menjadi Gedung Pusat Operasional (pusat umum) dengan teknologi modern,

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), bekerja sama dengan WG-WIKA, menginformasikan bahwa pembangunan Gedung Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS (Indonesia Multi Hazard Early Warning System) di Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta, telah selesai.

“Gedung ini sebelumnya adalah hasil renovasi dari Gedung D yang saat itu sudah dirobohkan untuk membangun gedung baru,” ungkap Direktur Operasional I WEGE, Bagus Tri Setyana, di Jakarta, Senin lalu.

Proyek penting ini terletak di kantor pusat BMKG dan dirancang sebagai pusat data dan perkantoran dengan bangunan sembilan lantai serta dua basement, dengan total luas bangunan mencapai 8.679,88 meter persegi.

Pembangunan ini adalah bagian dari proyek Pengembangan Sistem Operasional Ina-MHEWS Gedung Jakarta dan Bali, dengan nilai kontrak awal Rp207,9 miliar yang kemudian meningkat menjadi Rp252,7 miliar setelah adendum terakhir.

Sistem Ina-MHEWS dirancang untuk menyediakan informasi cepat dan tepat kepada masyarakat serta pihak terkait demi keselamatan. Sistem ini juga menjadi panduan untuk mitigasi dan evakuasi sebelum tsunami mencapai pantai.

Sensor Ina-MHEWS mencakup manfaat internasional, meliputi wilayah ASEAN, sekitar Samudra Hindia, Pasifik Barat Daya, dan Laut China Selatan.

Gedung BMKG Jakarta memiliki keistimewaan sebagai yang pertama di Indonesia yang menggunakan Base Isolator Tipe Friction Pendulum. Teknologi ini memungkinkan gedung tahan gempa, dirancang untuk menahan periode gempa hingga 2.500 tahun.

Pemasangan friction pendulum dilakukan dengan sistem jacking setelah struktur bangunan selesai, dengan total 23 titik pemasangan. Penggunaan teknologi ini dinilai penting mengingat ukuran gedung yang besar dan kondisi tanah di Jakarta yang lembek.

Keunikan gedung ini juga terletak pada Layar Screen selebar 30 meter di lantai 4 dan 6 yang dapat memantau 24 saluran sekaligus, memungkinkan pemantauan maksimal.

“Produk ini diimpor dari Italia dan kami kombinasikan dengan produksi lokal di Wika Group, khususnya melalui anak perusahaan Wika Industri Baja. Sehingga, mekanikalnya dari Italia, tetapi dirangkai di lokal untuk meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN),” katanya.

“WIKA Gedung bersama KSO WIKA tidak hanya menyediakan solusi pembangunan, tetapi juga membentuk ruang untuk masa depan yang lebih baik serta menjadikan Indonesia sebagai negara yang berkelanjutan,” ucap Bagus.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.

Tag:

Category List

Social Icons