Kemenperin: Integrasi Data Kawasan Industri Dorong Ekonomi RI
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa integrasi data kawasan industri dapat mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi melebihi 8 persen, sesuai dengan target Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, di Jakarta, Senin, menekankan bahwa peran kawasan industri harus dapat diukur dengan akurat, sehingga pengelola kawasan industri perlu menyediakan data yang diperlukan.
Menurutnya, hal ini krusial karena kawasan industri berfungsi sebagai pusat hilirisasi yang mendukung pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia.
Untuk memperoleh data yang terintegrasi, Tri menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan pengelola kawasan industri dalam program Satu Data Indonesia.
“Data yang tepat dari kawasan industri merupakan kunci untuk menyusun kebijakan yang efektif,” ujarnya.
Kemenperin telah melakukan pengisian bersama kuisioner di Kawasan Industri Deltamas, Kabupaten Bekasi. Program ini merupakan bagian dari implementasi arahan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam bentuk pemantauan aktif dan dukungan kepada BPS untuk pengumpulan data di berbagai kawasan industri prioritas di Indonesia.
“Pengiriman data yang lengkap dan tepat waktu akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan industri yang lebih berkualitas dan efisien,” kata Tri.
Menurutnya, petugas lapangan dari BPS sedang mengumpulkan data di 171 kawasan industri di seluruh Indonesia. Untuk mendukung aktivitas ini, Kemenperin melakukan pemantauan langsung terhadap pengumpulan data di kawasan industri dan tenant di beberapa daerah.
Wilayah cakupan pemantauan meliputi Bekasi, Tangerang, Serang, Subang, Purwakarta, Medan, Deli Serdang, Simalungun, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Makassar, dan Morowali.








