Home / Ekonomi / IHSG Anjlok 7,71 Persen, Analis Anjurkan Pembelian Saham Dividen

IHSG Anjlok 7,71 Persen, Analis Anjurkan Pembelian Saham Dividen

ihsg turun 771 persen analis sarankan beli saham pembagi dividen

IHSG Anjlok 7,71 Persen, Analis Anjurkan Pembelian Saham Dividen

Prediksi menunjukkan IHSG berpotensi mengalami kenaikan kembali saat momen pembagian dividen pada April 2025, bersamaan dengan laporan keuangan kuartal pertama tahun 2025 dari berbagai perusahaan.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penurunan sebesar 502,14 poin atau 7,71 persen, mencapai level 6.008,48.

Budi Frensidy, seorang pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia (UI), merekomendasikan agar investor melakukan pembelian bersih terhadap saham-saham dari perusahaan yang akan memberikan dividen besar.

Dia juga menyarankan untuk mempertimbangkan saham dari perusahaan yang menunjukkan kinerja baik dalam laporan keuangan kuartal I-2025, ujar Budi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

“Pilih saham-saham yang akan memberikan dividen dengan imbal hasil lebih dari 6 persen serta yang memiliki laporan keuangan kuartal I-2025 yang baik, terutama yang mengalami penurunan besar. Gunakan dana yang tidak akan digunakan setidaknya dalam 1 hingga 2 tahun ke depan,” katanya.

Menurut Budi, IHSG memiliki potensi untuk kembali menguat pada saat momen pembagian dividen pada April 2025, bersamaan dengan rilis laporan keuangan kuartal I-2025 dari berbagai perusahaan.

Selain itu, kemungkinan penundaan tarif impor oleh Presiden AS, Donald Trump, juga bisa menjadi faktor yang mendorong pasar saham untuk kembali menguat.

Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, memperkirakan bahwa tekanan terhadap IHSG akan terus berlangsung sepanjang hari.

“Kami memprediksi IHSG akan mampu bertahan di atas level support psikologis 6.000, dengan asumsi adanya perubahan ARB menjadi 15 persen untuk semua fraksi,” ungkap Oktavianus.

BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 09.00.00 WIB di sistem perdagangan Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah IHSG turun lebih dari 8 persen.

Sebelumnya, BEI dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyesuaian terhadap ketentuan penghentian sementara perdagangan Efek (trading halt) dan batasan persentase Auto Rejection Bawah (ARB).

Tag:

Category List

Social Icons