Wamendukbangga Diskusikan Kesuksesan Penurunan AKI dalam Sidang CPD PBB
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memaparkan kesuksesan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di sidang Commission on Population and Development (CPD) ke-58.
Acara CPD tersebut berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, dari tanggal 7 hingga 11 April 2025, dengan tema “Memastikan kehidupan sehat dan mempromosikan kesejahteraan untuk semua orang di segala usia”.
“Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembangunan berkelanjutan dan Program Aksi dari Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD), dengan peningkatan angka harapan hidup dan penurunan angka kematian ibu dan anak,” jelasnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin.
Dia juga menyoroti perluasan cakupan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang menekankan pada keadilan akses bagi seluruh penduduk.
Di samping itu, Isyana menyampaikan program-program utama Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, termasuk penguatan layanan kesehatan universal, peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan sosial, serta program untuk mengurangi kemiskinan dan malnutrisi, seperti program Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis.
“Memperkuat kerjasama multipihak, terutama kerjasama Selatan-Utara, Selatan-Selatan, dan Triangular sangat penting untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan ICPD Program of Action dalam mengatasi tantangan kesehatan dan kependudukan,” ujarnya.
Di lain pihak, Sekretaris Kemendukbangga Budi Setiyono mengungkapkan usaha Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan pendekatan holistik yang mencakup seluruh siklus hidup manusia.
Pendekatan ini bertujuan untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia di setiap tahap kehidupan, antara lain melalui intervensi awal seperti Makan Bergizi Gratis, pencegahan penyakit melalui cek kesehatan gratis, peningkatan perencanaan keluarga, perbaikan perawatan maternal, serta peningkatan usia minimal untuk menikah.
“Keberhasilan Indonesia dalam mencapai cakupan layanan JKN mencapai 96 persen, berkat pengintegrasian digital (platform e-health), peran pekerja kesehatan masyarakat, serta kemitraan publik-swasta untuk memastikan akses kesehatan yang adil bagi semua warga,” tuturnya.
Dalam forum tersebut, Indonesia juga memastikan keberlanjutan pendanaan dengan memanfaatkan dana dari investasi domestik dan kerjasama global. Pendekatan ini membuat intervensi yang dilakukan menjadi inklusif dan berkelanjutan.
Sidang CPD ke-58, yang dihadiri oleh delegasi dari Kemendukbangga/BKKBN dengan pendampingan Kementerian Luar Negeri, juga akan mengadakan pertemuan bilateral untuk memperkuat dan memperluas kolaborasi, termasuk dengan Direktur Eksekutif UNFPA Pusat, serta delegasi dari Namibia, Jepang, Filipina, dan Fiji.
CPD adalah komisi yang didirikan oleh Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) PBB pada tahun 1994, yang merupakan penamaan ulang dari Komisi Kependudukan. Anggota CPD terdiri dari perwakilan dari 47 negara termasuk Indonesia.









