Asal Mula Tren Tarian Bagi-bagi THR
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Dalam suasana Idul Fitri, media sosial seperti TikTok dipenuhi oleh tren tarian “Bagi-bagi THR”. Tren ini menjadi cara baru bagi masyarakat untuk membagikan THR kepada keluarga dan teman.
Di TikTok, tren ini dikenal dengan tantangan tarian yang menarik banyak pengguna untuk ikut serta. Dalam tren bagi-bagi THR, anggota keluarga atau teman berbaris sambil menari penuh semangat sebelum memberikan THR.
Namun, ada spekulasi bahwa gerakan tarian ini berasal dari tradisi Yahudi, yaitu tarian Hora. Benarkah demikian? Berikut penjelasannya.
Asal Mula Gerakan Tarian Bagi-bagi THR
Setelah ditelusuri, gerakan tarian ini tidak berasal dari Yahudi, tetapi dari tarian khas Finlandia bernama Letkiss.
Menurut Library of Dance, Letkiss adalah tarian baru yang muncul pada tahun 1960-an. Tarian ini menyerupai Bunny Hop, sebuah tarian populer dari Amerika Serikat.
Di awal tahun 1960-an, musisi Finlandia menciptakan aransemen musik rakyat modern yang terinspirasi oleh Jenkka, sebuah variasi dari tarian Eropa tradisional bernama Schottische.
Namun, masyarakat saat itu lebih tertarik menari Bunny Hop dengan gerakan yang berbeda, yaitu dimulai dengan kaki kiri, bukan kanan.
Dari perpaduan Jenkka dan gaya Bunny Hop, lahirlah genre musik baru yang disebut Letkajenkka atau “line schottische”, terinspirasi dari lagu “Letkajenkka” oleh Erik Lindstrom.
Pada akhir 1963, komposer Finlandia Rauno Lehtinen menciptakan versi baru dari lagu Letkajenkka yang diberi nama “Letkis”.
Dalam bahasa Finlandia, nama ini hanyalah singkatan atau pelafalan cepat dari “Letkajenkka”. Dalam bahasa Inggris, terdengar seperti “Let’s Kiss” atau “Ayo Berciuman”.
Gerakan tarian Letkiss dilakukan dalam kelompok, berbaris ke belakang dengan tangan di bahu orang depan, dan menari mengikuti irama dengan langkah yang seirama.
Tarian dimulai dengan membuka kaki ke samping kiri dua kali, lalu bergantian dengan kaki kanan. Kemudian, lompat ke depan dan ke belakang dengan kedua kaki sekaligus, diikuti lompat ke depan dengan tiga lompatan.
Letkiss juga memiliki versi tarian berpasangan, dimulai dengan posisi dansa, di mana tangan pria berada di pinggang wanita dan tangan wanita di bahu pria.
Gerakan dimulai dengan lompatan ke kanan, mundur ke kiri, maju tiga kali, dan berputar ke kiri mengikuti arah jarum jam di tempat.
Tarian Letkiss menyebar ke seluruh dunia dengan variasi lokal dan dikenal sebagai “Penguin Dance” di negara-negara seperti Albania, Turki, Rumania, Israel, dan India.
Di sisi lain, tarian Hora, tradisi Yahudi, adalah tarian yang melambangkan persatuan dan kebahagiaan, sering ditampilkan di pernikahan Yahudi, dan populer sejak tahun 1930-an.
Tarian ini biasanya dilakukan dalam formasi lingkaran, dengan penari berpegangan tangan, melangkah ke samping, dan berputar mengelilingi pengantin yang diangkat ke atas kursi.
Musik pengiring Hora sering melibatkan alat musik tradisional, lagu ceria, dan sorakan penari.
Kedua tarian ini dilakukan dengan langkah kompak ke kanan dan kiri, maju dan mundur, dalam formasi lingkaran atau barisan panjang.
Dengan demikian, kemiripan tren tarian bagi-bagi THR lebih mendekati tarian Letkiss dari Finlandia dan Penguin Dance dibandingkan dengan tarian Hora dari Yahudi.









