Kota Bengkulu, Bengkulu (BERITA HARIAN ONLINE)
Erna Sari Dewi, anggota Komisi VII DPR, mendorong pemerintah daerah untuk turut mengawasi pendistribusian dan penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
“Pemda harus melakukan pengawasan ketat untuk menghindari ketimpangan ekonomi. Kami berharap pemerintah hadir dan menjamin keadilan bagi petani di lapangan,” ungkapnya di Kota Bengkulu, Selasa.
Para petani kelapa sawit saat ini menghadapi tantangan akibat fluktuasi harga yang tidak stabil, menyebabkan sejumlah pihak dalam negeri mulai meragukan kebijakan terkait komoditas ini.
Hal ini dipengaruhi oleh situasi global yang berdampak besar pada perekonomian nasional, termasuk sektor perkebunan.
“Kami menyadari ancaman global yang jelas memengaruhi ekonomi dalam negeri, termasuk permintaan ekspor dari berbagai negara,” jelas anggota dewan dari Daerah Pilihan Bengkulu.
Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah untuk segera menyusun kebijakan harga yang lebih stabil, karena fluktuasi tajam dapat merugikan petani dan tidak diimbangi dengan perlindungan yang memadai.
Meski begitu, Erna menambahkan, Presiden RI Prabowo Subianto telah melakukan berbagai langkah antisipatif di tingkat pusat dan daerah untuk mengurangi dampaknya pada petani sawit.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan bahwa penurunan harga beli TBS sawit setelah libur Idul Fitri 1446 Hijriah hanya bersifat sementara dan diperkirakan akan naik kembali.
Saat ini, harga TBS sawit di Provinsi Bengkulu turun menjadi Rp2,3 ribu hingga Rp2,4 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp3 ribu.
“Kami perkirakan harga akan kembali normal dalam waktu dekat. Pola seperti ini biasa terjadi, dan tidak perlu dikhawatirkan,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Sufatman.
Ia menjelaskan bahwa penurunan harga TBS sawit disebabkan oleh meningkatnya pasokan sawit dari petani setelah panen dan penjualan terhenti saat libur Idul Fitri 2025.
Namun, ia memastikan bahwa penurunan harga ini hanya sementara, sebab fluktuasi harga adalah hal yang umum di sektor pertanian.
DKPP Kota Bengkulu mengimbau petani untuk terus memantau pasar dan tidak menjual sawit dalam jumlah besar secara terburu-buru agar tidak semakin menekan harga.








