Masai Ujiri Mengundurkan Diri dari Posisi Presiden Toronto Raptors
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Berita mengejutkan datang dari dunia bola basket NBA. Masai Ujiri, sosok yang dikenal sebagai arsitek di balik kesuksesan Toronto Raptors meraih gelar juara NBA pada 2019, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Vice Chairman dan Presiden tim.
Pengumuman ini disampaikan oleh Maple Leaf Sports & Entertainment (MLSE), induk perusahaan Raptors, hanya sehari usai NBA Draft 2025 berakhir, sebagaimana dilaporkan ESPN melalui Shams Charania pada hari Jumat.
Ujiri, yang bergabung dengan Raptors pada tahun 2013 sebagai General Manager sebelum naik menjadi Presiden di tahun 2016 dan kemudian Vice Chairman pada 2021, telah mencatatkan sejarah yang mengesankan selama 13 tahun masa kepemimpinannya.
Pria berusia 54 tahun ini sukses mengubah Raptors dari tim biasa-biasa saja menjadi kekuatan global di NBA, dengan puncaknya adalah meraih gelar juara NBA pertama dalam sejarah franchise pada tahun 2019, berkat keputusan beraninya menukar DeMar DeRozan dengan Kawhi Leonard.
Selama masa jabatannya, Raptors mencatatkan rekor 545-419, menduduki peringkat kelima dalam persentase kemenangan di NBA sejak 2014, serta berpartisipasi di babak play-off selama tujuh musim berturut-turut dari 2013 hingga 2020.
Namun, performa Raptors dalam tiga musim terakhir yang kurang memuaskan, dengan rekor 30-52 di musim 2024-25 dan absen dari playoff selama tiga tahun berturut-turut, mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan ini.
Selain itu, perubahan struktural di MLSE, termasuk peralihan mayoritas saham kepada Rogers Communications pada 2024 dan kepergian tokoh kunci seperti Larry Tanenbaum, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Ujiri, diduga turut memperumit posisinya di organisasi.
Ujiri sendiri berada di tahun terakhir kontraknya yang bernilai sekitar 15 juta dolar AS per tahun (sekitar Rp242 miliar).
MLSE telah mengumumkan bahwa pencarian pengganti Ujiri sebagai Presiden operasi bola basket akan segera dimulai, dipimpin oleh CAA Executive Search.
Untuk sementara, General Manager Bobby Webster, yang juga mendapatkan perpanjangan kontrak, akan memimpin operasional tim.
“Masai telah mengubah wajah Raptors dan menginspirasi kami untuk percaya pada kota ini dan diri kami sendiri. Kami berterima kasih atas segala yang telah ia lakukan,” ujar Presiden dan CEO MLSE, Keith Pelley kepada Yahoo Sports.
Kepergian Ujiri menandai akhir dari era gemilang Raptors, sekaligus membuka babak baru bagi franchise ini. Penggemar kini menanti langkah selanjutnya dari tim dalam upaya kembali ke jalur kemenangan.








