Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat kepada Paus Leo XIV, Harapkan Perdamaian Terjalin
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan ucapan selamat atas pemilihan Kardinal Robert Francis Prevost sebagai Paus ke-267 bagi Gereja Katolik, yang kini dikenal dengan nama Leo XIV, dengan harapan besar agar dapat menjadi penghubung perdamaian dunia.
Ucapan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui akun Instagram resmi @presidenrepublikindonesia, sebagaimana dikutip pada hari Rabu.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Indonesia, saya mengucapkan selamat dengan tulus kepada Yang Mulia Paus Leo XIV atas pengangkatannya sebagai Uskup Roma dan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik,” demikian tertulis dalam unggahan yang disertai foto Paus Leo XIV.
Dalam pernyataan tersebut, Presiden menekankan bahwa kepemimpinan moral Paus Leo dan dedikasinya seumur hidup terhadap cinta kasih akan menjadi panduan bagi banyak orang, terutama di tengah tantangan global yang sedang dihadapi.
Presiden berharap Paus Leo XIV dapat menjadi jembatan yang menghubungkan perdamaian dan persatuan di dunia.
“Semoga masa kepausannya menjadi penghubung bagi perdamaian dan persatuan, serta menginspirasi harapan antaragama dan antarbangsa,” tulis Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pengganti Paus Fransiskus yang telah wafat.
Mensesneg menyambut positif fokus Paus Leo XIV pada perdamaian dan keadilan sosial.
Dalam pidato pertamanya setelah dinyatakan sebagai Paus baru bagi sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, Leo XIV berdoa untuk perdamaian dan mengajak umat beriman untuk membangun jembatan dialog.
“Bantu kami membangun jembatan dialog dan bersatu sebagai satu umat global selamanya,” ujar Paus Leo XIV dari balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan.
Paus Leo XIV, berusia 69 tahun, berasal dari Chicago dan memiliki pengalaman panjang bertugas di Peru.
Uskup asal Amerika Serikat ini, yang lancar berbicara dalam bahasa Spanyol, Portugis, Italia, dan Prancis, menunjukkan perhatian besar terhadap kaum marginal dan migran di Peru, yang sangat dihargai oleh Fransiskus.
Ia baru diangkat menjadi kardinal oleh mendiang Paus Fransiskus pada tahun 2023.









