Home / Berita / Rieke Diah Pitaloka: Seni sebagai Alat Membangun Kesadaran Melawan Judi Online

Rieke Diah Pitaloka: Seni sebagai Alat Membangun Kesadaran Melawan Judi Online

rieke diah pitaloka seni bisa bangun kesadaran masyarakat lawan judol

Rieke Diah Pitaloka: Seni sebagai Alat Membangun Kesadaran Melawan Judi Online

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Rieke Diah Pitaloka, anggota Komisi VI DPR RI, menegaskan bahwa seni dapat berfungsi sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam melawan praktik judi daring.

“Saya selalu yakin bahwa seni adalah cara yang paling efektif untuk membangun kesadaran,” ujar Rieke dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Rieke mencontohkan bahwa karya seni seperti film bisa menyampaikan pesan moral dengan cara yang halus tanpa terkesan menggurui.

“Ketika kita menonton film, kita tidak langsung mengatakan ‘jangan bermain judi online ya’. Bagi yang sudah kecanduan, hal itu tidak bisa hanya diberi peringatan saja, tetapi seni bisa membuat orang merasa terlibat tanpa merasa dimarahi,” jelas Rieke.

Rieke mengungkapkan bahwa praktik judi daring saat ini dilakukan secara terencana, sistematis, dan melibatkan jaringan yang luas. Oleh sebab itu, dia menekankan bahwa pemberantasan judi daring harus menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor termasuk kementerian/lembaga, penyedia jasa keuangan, dan masyarakat.

“Tidak cukup hanya pemerintah, tidak cukup hanya kami para pekerja seni, atau politisi saja, tetapi semua orang harus waspada dan bersuara,” tegas Rieke.

Sebagai seorang anggota parlemen yang juga aktif di dunia seni peran, Rieke mengajak masyarakat untuk berani menyuarakan penolakan terhadap judi daring karena telah banyak kasus tragis yang disebabkan olehnya, mulai dari kehilangan nyawa hingga perdagangan manusia lintas negara.

“Ketika ditanya harus mulai dari mana? Setidaknya bantu sebarkan konten positif. Tidak ada yang perlu ditakuti. Takutlah jika anak atau keluarga kita menjadi korban,” tambah Rieke.

Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan perlunya intervensi dari pemerintah pusat dengan dukungan antarlembaga untuk terus mengurangi angka kasus judi daring di Indonesia, termasuk kolaborasi dengan Bareskrim Polri dan PPATK.

“Memang sudah dijelaskan bahwa ada penurunan, tetapi ada potensi peningkatan juga jika tanpa intervensi pemerintah,” kata Menkomdigi Meutya Hafid dalam wawancara pada Rabu (14/5).

Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada kuartal pertama 2025 menunjukkan bahwa nilai transaksi judi daring yang sebelumnya mencapai Rp90 Triliun pada Januari hingga Maret 2024, kini menurun drastis menjadi Rp47 Triliun.

Tag:

Category List

Social Icons