Uni Eropa Dukung Agenda Pembangunan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo yakin kemitraan Indonesia dan Uni Eropa akan sama-sama menguntungkan
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Presiden Dewan Eropa, António Costa, menyatakan kesiapan Uni Eropa (EU) untuk mendukung agenda pembangunan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, termasuk di antaranya peningkatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta program prioritas dalam ketahanan pangan dan energi.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Costa kepada Presiden Prabowo saat keduanya bertatap muka di Kantor Dewan Eropa, Gedung Berlaymont, Brussels, pada hari Minggu.
“Kami siap membantu Anda dalam mewujudkan agenda ambisius Anda untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan peluang bagi generasi muda di Indonesia, serta meningkatkan ketahanan pangan dan energi. Mari kita jadikan pertemuan ini lebih dari sekadar niat baik, dan mari kita perkuat keinginan bersama untuk bekerja sama,” ungkap Presiden Costa saat menyambut Presiden Prabowo.
Dalam sambutannya, Presiden Costa juga memuji tercapainya kesepakatan politik perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Menurutnya, kesepakatan ini merupakan terobosan signifikan mengingat negosiasi berlangsung selama sekitar satu dekade.
“Uni Eropa dan Indonesia bersama-sama memiliki pasar lebih dari 700 juta konsumen. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dan bagi kami, Indonesia adalah mitra penting yang ingin kami perkuat hubungan kerjasamanya,” ujar Presiden Costa kepada Presiden Prabowo.
Presiden Costa menambahkan bahwa Indonesia juga berperan sebagai pendorong utama dan demokrasi terbesar di ASEAN, serta memiliki suara yang didengar di kancah internasional.
“Indonesia adalah mitra alami dan penting bagi Uni Eropa. Kami berbagi komitmen terhadap multilateralisme, tatanan internasional berlandaskan aturan, serta kerjasama ekonomi yang seimbang. Kerjasama kami ini lebih penting dari sebelumnya, dan ini saat yang tepat untuk menyuntikkan energi baru dalam hubungan kita. Perjanjian dagang kita akan meningkatkan pertukaran yang ada dan membangun kemitraan strategis yang mencerminkan tujuan bersama,” tambah Presiden Costa.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyatakan keinginannya untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa. Dia yakin bahwa kemitraan ini akan saling menguntungkan.
“Kami berharap dapat melihat peningkatan partisipasi Eropa dalam perekonomian kami, dan kami juga siap memasuki pasar ekonomi Uni Eropa. Kami percaya bahwa hubungan ini bersifat simbiosis, dimana Eropa memiliki pengetahuan, teknologi, pendanaan, serta pengalaman dalam manajemen dan ekonomi; sementara kami memiliki sumber daya strategis, mineral penting, serta komoditas pertanian yang akan saling menguntungkan dalam kerangka kerja sama ini,” kata Presiden Prabowo.
Setelah pertemuan resmi dengan Presiden Dewan Eropa, Presiden Prabowo melanjutkan agendanya dengan bertemu Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Setelah kunjungannya ke Gedung Berlaymont, markas Uni Eropa, Presiden juga bertemu dengan Raja Belgia Philippe Léopold Louis Marie di Brussels.
Dalam kunjungan resminya di Brussels sejak Sabtu (12/7), Presiden Prabowo didampingi oleh beberapa menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar RI untuk Belgia Andri Hadi.







