Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Secara biologis, otak kita cenderung menghindari aktivitas fisik yang berat. Menurut Amy Morin, LCSW, seorang psikoterapis dan penulis buku “13 Things Mentally Strong People Don’t Do,” manusia tidak berevolusi dengan kebiasaan pergi ke gym atau berlari di atas treadmill. “Sebenarnya cukup berlawanan dengan naluri kita untuk berpikir, ‘Saya akan berolahraga demi berolahraga,'” ungkapnya.
Motivasi, terutama dalam berolahraga, merupakan tantangan universal. Teresa Behrend Fletcher, Ph.D., direktur program dan profesor kinerja olahraga di Adler University, mengatakan, “Ini bukan masalah besar yang hanya Anda alami sendirian. Ini sangat normal. Siapa pun Anda, apa pun yang telah Anda capai, pada titik tertentu Anda akan berjuang dengan motivasi.”
Meskipun kita sadar bahwa olahraga itu penting — entah untuk kesehatan, penampilan, atau umur panjang — memulai dan menjaga konsistensi tetap menjadi tantangan. Lalu, bagaimana cara menemukan motivasi yang efektif untuk berolahraga? Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba.
1. Simpan tujuan untuk diri sendiri
Sering kali kita mendengar bahwa memberitahu tujuan kepada orang lain dapat membantu mencapainya. Namun, penelitian di jurnal Psychological Science menunjukkan bahwa mengumbar tujuan justru bisa mengurangi peluang untuk mencapainya. Otak kita cenderung merasa sudah mencapai kemajuan hanya dengan menyampaikan tujuan tersebut, sehingga motivasi untuk mencapainya bisa berkurang.
2. Bayangkan proses, bukan hasil
Alih-alih membayangkan tubuh ideal sebagai hasil akhir, cobalah membayangkan usaha yang perlu Anda lakukan untuk mencapainya. Penelitian dari UCLA (University of California, Los Angeles) menemukan bahwa siswa yang memvisualisasikan diri mereka belajar dengan tekun lebih berhasil dibandingkan mereka yang hanya membayangkan mendapat nilai tinggi. Hal ini berlaku juga dalam olahraga — bayangkan diri Anda berkeringat dan berusaha keras, bukan hanya hasil akhir yang Anda inginkan.
3. Pantau kemajuan secara detail
Kemajuan kecil yang mungkin tidak terlihat di cermin dapat lebih nyata jika Anda mencatatnya. Gunakan alat pemantau kebugaran agar dapat membantu Anda melihat perkembangan secara kuantitatif, seperti peningkatan kekuatan atau penurunan detak jantung saat istirahat. Data ini tidak hanya memotivasi tetapi juga membantu Anda melatih diri dengan lebih efektif.
4. Terapkan metode “Star Chartâ€
Penelitian dari Universitas Sheffield menunjukkan bahwa memberi tanda silang di kalender setiap kali Anda berolahraga dapat meningkatkan konsistensi. Metode sederhana ini membuat Anda lebih sadar akan kebiasaan, serta memotivasi Anda untuk tidak melewatkan latihan.
5. Evaluasi kembali prioritas Anda
Motivasi dapat berubah seiring waktu. Jika alasan Anda berolahraga dulu adalah penampilan, mungkin sekarang kesehatan atau stamina untuk menjalani aktivitas sehari-hari menjadi lebih penting. Tidak masalah jika Anda perlu mengubah jenis olahraga atau pendekatan Anda.
Mencari motivasi untuk berolahraga bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa menemukan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pribadi Anda.









