Gunung Semeru Alami Erupsi Lagi, Letusan Setinggi 1.000 Meter
Pada Rabu pagi, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak Mahameru.
Menurut laporan dari Ghufron Alwi, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terjadi pada pukul 07.40 WIB dengan kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya, dan tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm serta durasi 121 detik.
Sebelumnya, pada pukul 00.34 WIB, Gunung Semeru juga mengalami erupsi dengan kolom letusan setinggi 300 meter di atas puncak, dengan abu berwarna putih hingga kelabu mengarah ke barat daya dengan intensitas sedang.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali erupsi pada pukul 06.06 WIB dengan tinggi letusan sekitar 500 meter di atas puncak, atau 4.176 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Ghufron menyampaikan bahwa Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait status Gunung Semeru yang masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan, karena ada potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena adanya bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.








