Home / kriminal / Anggota Dewan Soroti Penanganan Tawuran di Setiap Daerah

Anggota Dewan Soroti Penanganan Tawuran di Setiap Daerah

Jakarta – Pendekatan Berbeda Tiap Wilayah dalam Mengatasi Tawuran

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Subki, menekankan bahwa setiap wilayah memiliki metode unik untuk menangani tawuran, sehingga memiliki karakteristik dan pencegahan masing-masing.

“Sesuai dengan kebutuhan wilayah. Misalnya, Jawa Barat memiliki cara sendiri (seperti memasukkan ke barak). Di Jakarta, mungkin ada inovasi lainnya,” ujar Subki di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan, persoalan tawuran yang terus berulang memerlukan perhatian dari semua pihak, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Subki menjelaskan bahwa kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menempatkan pelaku tawuran ke barak militer tidak seharusnya dibandingkan dengan DKI Jakarta, karena karakter kedua wilayah tersebut berbeda.

Dia lebih memilih agar pelaku tawuran di Jakarta diberikan kesempatan untuk menyalurkan minat mereka, jika mereka menyukai tinju, maka dibangun ring tinju.

“Semoga kita menemukan solusi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa semua masalah pasti memiliki sebab, demikian pula dengan tawuran yang dilakukan oleh remaja di Jakarta.

Setelah penyebabnya diketahui, solusi dapat dicari agar pemuda dan pelajar yang masih memiliki masa depan panjang dapat dicegah dari melakukan tawuran.

“Kita tidak hanya mengatakan bahwa mereka nakal. Pasti ada sebabnya, dan jika sudah ditemukan penyebabnya, maka solusinya juga ada,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan mengikuti kebijakan Pemprov Jawa Barat untuk mengirim anak nakal atau bermasalah ke barak militer, meskipun provinsi tersebut adalah tetangga dekat.

“Jakarta memiliki kebijakan sendiri terkait dengan penertiban warga, mendidik anak-anak, dan membina warganya,” ungkap Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim, di Jakarta, Senin (12/5).

Chico, panggilan akrab Cyril, menjelaskan bahwa Pemprov DKI justru memberikan ruang bagi warga untuk berkreasi di tempat yang tepat, seperti taman dan perpustakaan.

Hal inilah yang kemudian menginspirasi kebijakan perpanjangan jam operasional taman dan perpustakaan dari yang sebelumnya hanya sampai sore hari, menjadi hingga malam hari.

Kecenderungan Meningkat

Data dari BERITA HARIAN ONLINE mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Mei 2025, terdapat 45 kasus tawuran yang tercatat di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama April 2025. Data ini meliputi wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Meskipun belum ada data kumulatif resmi yang merinci jumlah total kejadian tawuran di Jakarta sejak awal 2025 hingga saat ini, polisi mencatat adanya peningkatan kasus tawuran dalam beberapa bulan terakhir.

Untuk menanggapi maraknya tawuran, Polda Metro Jaya telah meluncurkan Operasi Anti Premanisme yang berlangsung dari 9 hingga 23 Mei 2025.

Operasi ini melibatkan 999 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta, dengan fokus pada pencegahan dan penindakan terhadap tawuran serta premanisme.

Tag:

Category List

Social Icons