Trump Mengancam Tarif, RI: BRICS Tidak Bertujuan Melawan AS
Rio De Janeiro, Brasil (BERITA HARIAN ONLINE) – Menurut Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir, pertemuan negara-negara BRICS tidak dirancang untuk konfrontasi dengan Amerika Serikat atau kelompok negara lainnya.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif perdagangan terhadap negara-negara anggota BRICS.
“Sesungguhnya, dalam pertemuan presiden tidak ada usaha untuk melawan Amerika atau yang lainnya,” ucapnya setelah melepas keberangkatan Presiden menuju Brasilia, di Rio De Janeiro, Brasil, Senin (7/7).
Dia menekankan bahwa fokus utama pertemuan BRICS adalah memperkuat kerja sama antara negara-negara berkembang dalam menghadapi tantangan global, bukan untuk membentuk blok tandingan terhadap negara besar manapun.
Arrmanatha juga menambahkan bahwa tidak ada satu pun diskusi dalam forum ini yang bertentangan dengan kepentingan negara berkembang atau menyerang negara tertentu.
“Justru, isu-isu yang dibahas, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, meliputi lingkungan hidup, kesehatan, situasi global, dan multilateralime,” jelasnya.
Presiden Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% kepada negara yang mendukung kebijakan Anti-Amerika dari BRICS.
Pernyataan Trump tersebut dibagikan melalui akun media sosial Trust saat pertemuan para pemimpin dan delegasi dalam KTT BRICS yang juga dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.









