Home / Berita / Pesawat Latih FASI Alami Kecelakaan, TNI AU: Marsma Fajar Meninggal Dunia

Pesawat Latih FASI Alami Kecelakaan, TNI AU: Marsma Fajar Meninggal Dunia

Pesawat Latih FASI Alami Kecelakaan, TNI AU: Marsma Fajar Meninggal Dunia

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – TNI Angkatan Udara telah mengonfirmasi bahwa salah satu perwira terbaiknya, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto, telah meninggal dunia akibat insiden jatuhnya pesawat latih sipil yang dimiliki oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dengan nomor registrasi PK-S126 di Ciampea, Kabupaten Bogor, pada hari Minggu.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, saat dihubungi di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa jenazah Marsma Fajar saat ini berada di RSAU Lanud Atang Sendjaja untuk proses pemulasaran. Sementara itu, lokasi jatuhnya pesawat telah diamankan oleh pihak berwenang dengan garis pengaman.

“TNI Angkatan Udara berduka atas insiden kecelakaan pesawat latih sipil Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI),” kata Kadispenau.

Marsma Nyoman menjelaskan bahwa pesawat yang diterbangkan oleh almarhum Marsma Fajar lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Atang Sendjaja, Bogor, pada Minggu pukul 09.08 WIB.

Pesawat latih FASI tersebut diterbangkan oleh Marsma Fajar dalam rangka latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara, yang merupakan bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan.

Pada sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat tersebut dinyatakan hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana. Kedua awak segera dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit,” ucap Kadispenau Marsma Nyoman, yang langsung menuju ke rumah sakit.

Kadispenau menambahkan bahwa latihan profisiensi terbang ini merupakan latihan rutin untuk pembinaan kemampuan personel FASI, yang merupakan organisasi induk bagi olahraga dirgantara nasional yang dibina oleh TNI Angkatan Udara.

“Latihan ini dijalankan dalam kapasitas Marsma TNI Fajar sebagai pilot, dan Sdr. Roni sebagai co-pilot. Penerbangan telah dilengkapi dengan Surat Izin Terbang (SIT) Nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan oleh Lanud Atang Sendjaja. Pesawat tersebut dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu,” jelas Marsma Nyoman.

Marsma TNI Fajar Adriyanto adalah lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1992 dan merupakan penerbang tempur F-16 dengan call sign “Red Wolf”. Sepanjang kariernya, Marsma Fajar pernah menjabat dalam berbagai posisi strategis, termasuk Komandan Skadron Udara 3, Danlanud Manuhua, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Kapuspotdirga, Aspotdirga Kaskoopsudnas, dan terakhir Kapoksahli Kodiklatau.

Almarhum Marsma Fajar dikenal sebagai individu dengan dedikasi tinggi dan merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah TNI AU, termasuk keterlibatannya dalam misi mencegat pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat di atas langit Bawean, Jawa Timur, pada tahun 2003. Misi penerbangan dengan call sign Falcon Flight ini juga melibatkan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, yang kala itu berpangkat kapten.

“TNI AU menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semangat, keteladanan, dan pengabdian beliau akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga langit Indonesia,” ujar Kadispenau Marsma Nyoman.

Tag:

Category List

Social Icons