Polisi Tidak Menemukan Senjata Tajam di Lokasi Penyiraman Air Keras Terhadap Pelajar
Dalam insiden ini, mereka membawa air keras yang tidak terdeteksi secara kasat mata. Namun, dampaknya lebih parah dibandingkan senjata tajam.
Jakarta – Polres Metro Jakarta Utara mengungkapkan bahwa tidak ada barang bukti senjata tajam yang umumnya digunakan oleh pelajar untuk tawuran di lokasi penyiraman air keras kepada pelajar di Jalan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terjadi pada Jumat (1/8).
“Sampai saat ini, tidak ada senjata tajam yang diamankan, hanya barang bukti air keras yang digunakan dalam penyerangan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz di Jakarta, Minggu.
Dia menyatakan, apabila pelaku tawuran membawa senjata tajam seperti celurit atau pisau, hal itu tentu akan terlihat oleh masyarakat dan akan dilarang.
“Dalam kejadian ini, mereka membawa air keras yang tidak terlihat secara langsung. Meskipun demikian, akibatnya lebih parah dari senjata tajam,” tambahnya.
Menurutnya, para pelajar tersebut memang berniat untuk tawuran dengan kelompok sekolah lain di Jakarta Utara. Mereka menggunakan akun media sosial untuk mencari lawan.
“Beberapa pelajar ini berkeliling mencari lawan, dan saat bertemu korban, mereka langsung mendekat dan menyiramkan air keras,” jelasnya.
Dia menambahkan, Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok bersama Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengungkap kasus penyiraman air keras ini dalam waktu 12 jam setelah tindak pidana tersebut terjadi.
“Anggota kami sudah berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa pelaku penyiraman adalah siswa dari SMK di wilayah Koja, sementara korban berinisial AP (17) adalah siswa SMK di Tanjung Priok.
“Korban saat ini masih dirawat di rumah sakit, dan kondisinya tentu lebih dipahami oleh dokter secara medis,” ungkapnya.
Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok bersama Satreskrim berhasil menangkap empat pelajar yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras ke pelajar lain di Jalan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (1/8).
“Para pelaku sudah diamankan oleh Polsek Tanjung Priok dan masih dalam pemeriksaan,” kata Kombes Pol Erick Frendriz saat konferensi pers di Jakarta, Minggu.
Dia menyatakan bahwa pelaku penyiraman air keras merupakan siswa dari SMK di Koja, sedangkan korban berinisial AP (17) adalah siswa SMK di Tanjung Priok.
Kapolres menjelaskan bahwa sebelum aksi penyiraman, kelompok dari SMK di Koja ini sengaja bergerombol sekitar 10 orang untuk mencari lawan tawuran.
Karena tidak menemukan lawan, mereka tiba-tiba bertemu dengan korban yang sedang berboncengan bertiga.
“Secara spontan, pelaku mendekati kendaraan korban, kemudian terjatuh dan pelaku menyiramkan air keras,” jelasnya.









