Semangat Nasionalisme dan Perayaan HUT RI di Era Digital
Surabaya (BERITA HARIAN ONLINE) – Menjelang tanggal 17 Agustus, jutaan penduduk Indonesia bersiap menyambut Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan RI di kampung masing-masing, baik di daerah pedesaan maupun perkotaan.
Di Kampung Wonocolo, Surabaya, sebagai contoh, masyarakat setempat telah menggelar berbagai acara sejak 17 Juli, termasuk kompetisi menggambar, lomba makan kerupuk, lomba gelas estafet, perlombaan pindah air, menyunggi tempeh, karaoke, dan juga lomba layang-layang.
Pada tahun ini, perayaan 80 tahun kemerdekaan RI tidak hanya berlangsung di kampung-kampung fisik, melainkan juga di kampung digital (kampung maya) yang sama meriahnya dengan perayaan di kampung nyata.
Selain itu, kegiatan yang diadakan di kampung nyata tersebut langsung dibagikan ke kampung digital melalui berbagai platform media sosial, menambah semarak perayaan di kampung maya. Di kampung digital, terdapat kreasi digital atau perayaan yang sepenuhnya berbasis digital, karena era digital telah membawa perubahan yang signifikan.
Kreasi terkait HUT Ke-80 RI di dunia digital menjadi mungkin karena saat ini media komunikasi sudah sangat digital, termasuk sarana transportasi dan sistem bisnis.
Di era digital ini, tidak hanya aspek fisik (sarana/fasilitas) yang berubah, tetapi juga konten atau informasi mengalami perubahan makna, baik positif maupun negatif.
Makna negatif yang sering disebut sebagai “framing” (pengubahan makna melalui persepsi/narasi, foto, video, gerak, suara) diamati oleh tokoh pers Dahlan Iskan. Ia berpendapat bahwa kebenaran yang sebelumnya dibentuk oleh fakta kini telah bergeser menjadi framing yang lebih bersifat spekulatif atau berbasis persepsi.
Artinya, informasi pada masa lalu lebih terjamin kebenarannya karena didasarkan pada fakta, bukan informasi yang bias atau spekulatif, yang bisa jadi benar atau bahkan hoaks, framing, deepfake, dan sebagainya.
Perayaan 80 tahun Indonesia kini tersebar di berbagai platform digital, yang mungkin mengubah makna secara signifikan dari makna sebelumnya, meskipun tetap benar/akurat. Bahkan, perayaan HUT RI di platform digital kini sangat mendominasi.









