Keberagaman sebagai Identitas Bangsa
Palu (BERITA HARIAN ONLINE) – Zainal Abidin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng), menekankan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa harus terus dipelihara sebagai karunia dari Tuhan Yang Maha Esa.
“Keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa adalah identitas bangsa,” ungkap Zainal di Palu, Sabtu.
Ia menambahkan, perbedaan tidak boleh menjadi penghalang, melainkan harus menjadi motivasi dalam menjaga kerukunan dan toleransi.
FKUB Sulteng berupaya mewujudkan hal tersebut melalui program prioritas yang meliputi peningkatan kerukunan antar umat beragama, moderasi beragama, serta pencegahan radikalisme dan terorisme.
Langkah-langkah Meningkatkan Kerukunan
Peningkatan kerukunan dimulai dengan silaturahmi bersama pemimpin dan tokoh agama dari berbagai kepercayaan, dilanjutkan dengan muhibbah kerukunan atau kunjungan kepada tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB.
“Pada program triwulan ketiga, kami juga merencanakan kemah pemuda lintas agama yang akan dilaksanakan di perbatasan Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi. Salah satu kegiatannya adalah memperkuat kesadaran lingkungan dengan penanaman pohon,” jelasnya.
Guru Besar UIN Datokarama tersebut menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan, yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Zainal juga mengimbau para tokoh lintas agama untuk konsisten mengampanyekan slogan “BahagiaBeragama” guna mempromosikan toleransi dan kerukunan antar umat beragama.
Makna BahagiaBeragama
Pesan utama dari BahagiaBeragama adalah bahwa kebahagiaan sejati tercapai ketika umat beragama hidup berdampingan dengan penuh toleransi dan saling menghormati.
Di era globalisasi dan transformasi digital, tantangan terhadap toleransi dan kerukunan semakin kompleks. FKUB berkomitmen untuk menjaga kedamaian dan kerukunan antar umat beragama demi memperkuat hubungan yang harmonis.
“Banyaknya perbedaan, potensi munculnya intoleransi, radikalisme, hingga polarisasi sosial sangat besar. Kesalahpahaman bisa muncul hanya karena perbedaan bahasa atau budaya. Oleh karena itu, masyarakat harus saling memahami satu sama lain,” ungkap Zainal.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan bangsa.
Inisiatif FKUB Sulteng
FKUB Sulteng juga telah membentuk kader pelopor kerukunan di dunia maya yang melibatkan pemuda lintas agama sebagai salah satu program forum tersebut.
“Empat Pilar ini harus benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang akan menjadi penguat kita di tengah perubahan zaman dan berbagai tantangan bangsa ke depan,” ujar dia.







