Pemkab Tulungagung Sediakan 7,1 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat
Tulungagung, Jawa Timur (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemkab Tulungagung, Jawa Timur, mengalokasikan lahan seluas 7,1 hektare di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, sebagai tempat untuk mendirikan Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan asrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Lahan ini adalah salah satu aset milik Pemkab Tulungagung yang masih utuh, sehingga ideal untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharuddin di Tulungagung, Selasa.
Sebelumnya, Baharuddin melakukan peninjauan lokasi bersama perwakilan dari Direktorat Jenderal Kementerian Sosial RI.
Lahan ini terletak tepat di sebelah SMPN 5 Tulungagung dan sekarang masih berupa lahan pertanian yang produktif.
Namun, Ahmad Baharuddin memastikan bahwa lahan tersebut sudah bukan lahan hijau dan telah termasuk dalam zona pengembangan permukiman.
Menurutnya, pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung masih menunggu keputusan dari kementerian terkait, termasuk sinkronisasi program dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai fasilitas pendidikan berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin, yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Belum ada pembukaan pendaftaran siswa karena fasilitas dan bangunannya masih menunggu pembangunan. Namun, konsepnya sudah jelas, semua kebutuhan siswa akan dibiayai oleh negara,” tambahnya.
Fasilitas Sekolah Rakyat akan menyediakan pendidikan formal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan standar nasional, serta asrama dan kebutuhan hidup sehari-hari siswa. Selain kurikulum reguler, siswa juga akan mendapatkan pendidikan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan hidup.
Ahmad menyatakan, Pemkab Tulungagung juga sedang memantau sekitar 3.000 anak usia sekolah di Tulungagung yang tidak melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjadi penerima manfaat dari program ini.
“Nanti kami akan kaji, apakah mereka tidak melanjutkan sekolah karena masalah ekonomi atau faktor lain. Sekolah Rakyat bisa menjadi solusinya,” ujarnya.








