Pramono Jelaskan Alasan Pencopotan Direktur IT Bank DKI Karena Kebocoran
Secara jujur, ada kebocoran. Hanya direksi Bank DKI yang mengetahui jumlah pastinya.
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta, menyatakan bahwa Amirul Wicaksono, Direktur IT Bank DKI, dicopot dari posisinya karena permasalahan layanan di bank tersebut telah terjadi sebanyak tiga kali dengan pola kejadian yang hampir sama.
“Masalah di Bank DKI ini bukanlah yang pertama kali. Sudah terjadi sebanyak tiga kali dan pola kejadian hampir sama. Di mana IT tidak dijalankan dan dipelihara dengan baik,” ujar Pramono saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu.
Saat ini, posisi Direktur IT dipegang oleh Direktur Umum, Agus Haryoto Widodo, yang mulai berlaku sejak kemarin (8/4).
Ia mengungkapkan adanya kebocoran dana, namun tidak merinci jumlah nominalnya. “Secara jujur, ada kebocoran. Hanya direksi Bank DKI yang mengetahui jumlah pastinya,” katanya.
Mengingat kejadian ini sudah berulang kali, Pramono memutuskan untuk melaporkannya ke Bareskrim Polri.
“Kami juga telah meminta bantuan lembaga independen internasional, yang akan disebutkan oleh direksi Bank DKI, untuk melakukan audit, penelusuran, dan pemantauan. Dimana saja,” tambahnya.
Bareskrim diharapkan segera mengetahui hal ini selain dari Bank DKI. “Dengan adanya jejak digital, kita bisa melacak ke mana aliran dana pergi. Dalam sistem saat ini, pasti terlihat,” jelas Pramono.
Sebelumnya, dalam rapat tertutup dengan Bank DKI pada Selasa (8/4), Pramono meminta agar Amirul Wicaksono, Direktur IT Bank DKI, dibebastugaskan sebagai akibat dari masalah layanan di Bank DKI yang terjadi beberapa waktu lalu.
Nasabah Bank DKI mengeluhkan ketidakmampuan untuk melakukan transaksi online sejak malam takbiran Idul Fitri 1446 Hijriah, tepatnya pada 30 Maret 2025.









