Dishub DKI Menargetkan Durasi Transjabodetabek Blok M-Alam Sutera 1,5 Jam
Di kawasan Alam Sutera terdapat sekitar 17 titik yang direncanakan menjadi titik perhentian
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menetapkan target waktu perjalanan untuk Transjabodetabek dengan rute Blok M, Jakarta Selatan menuju Alam Sutera, Kota Tangerang, agar tidak melebihi 1,5 jam.
“Tujuan kami adalah memastikan pergerakan dari Bodetabek ke Jakarta maksimal 1,5 jam,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo, di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Selasa.
Syafrin menjelaskan bahwa penetapan target ini juga didasarkan pada survei yang dilakukan hari ini, berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.30 WIB.
Survei ini juga bertujuan untuk menentukan jenis armada yang akan digunakan, apakah bertipe lantai tinggi atau high deck (untuk koridor BRT) atau bertipe lantai rendah atau lower deck (untuk jalur non-BRT), sesuai dengan platform yang ada di halte-halte yang dilalui.
Syafrin menambahkan bahwa tujuan pengadaan rute Transjabodetabek ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang telah menyampaikan permintaan akan layanan tersebut.
Nantinya, jumlah halte atau titik perhentian yang potensial di kawasan Alam Sutera akan disesuaikan setelah survei dilakukan.
“Saat ini, di kawasan Alam Sutera ada sekitar 17 titik yang direncanakan menjadi titik perhentian. Jumlah ini bisa berubah menyesuaikan kebutuhan,” tambahnya.
Dinas Perhubungan DKI (Dishub DKI) sedang melakukan uji coba rute Transjabodetabek dari Blok M menuju Alam Sutera, yang dimulai dari Terminal Blok M, Jakarta Selatan menuju Alam Sutera, Kota Tangerang.
Rute ini direncanakan melewati Jalan Sisingamangaraja, Sudirman, Semanggi, Gatot Subroto, Tol Merak, dan berakhir di Alam Sutera.
Mengingat saat ini masih dalam tahap survei, tarif masih dalam pertimbangan, dengan dua opsi yang disediakan Transjakarta: layanan BRT dengan tarif Rp3.500 dan layanan Royaltrans dengan tarif sekitar Rp20.000-35.000.
Dalam uji coba ini, turut hadir Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza, Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Daud Joseph, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga, dan pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah.









