Agum Gumelar Mengenang Jasa Teddy Thohir dalam Penyediaan Air untuk Kopassus
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengenang almarhum Mochamad Teddy Thohir sebagai sahabat sejati yang menunjukkan kepedulian mendalam terhadap sesama dan lingkungan sosial.
Dalam suasana kekeluargaan di acara Hijriah Food Festival 2025 yang berlangsung di kawasan Masjid At-Thohir, Tapos, Depok, Minggu malam, Agum berbagi cerita tentang kedekatannya serta kebaikan hati Teddy Thohir yang menjadi sahabatnya.
Agum, yang berbicara dari Jakarta pada Selasa, mengisahkan pengalaman mereka saat ia menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Salah satu momen berkesan terjadi ketika Teddy Thohir berkunjung ke rumah Agum. Mereka berbincang hingga Agum mengajak Teddy berkeliling kompleks perumahan prajurit Kopassus menggunakan mobil yang dikemudikannya sendiri.
‘Saya ajak beliau melihat-lihat Kompleks Kopassus. Saya mengemudi, dan beliau duduk di sebelah saya. Kami melihat kehidupan di rumah-rumah prajurit,’ kenang Agum.
Selama perjalanan, Teddy memperhatikan kondisi lingkungan dan menyadari adanya masalah. Ia melihat bahwa keluarga para prajurit mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih.
Setelah melihat kondisi ini, Teddy tidak tinggal diam. Ia melihat ada kejanggalan di mana keluarga prajurit harus mengantre untuk mendapatkan air.
‘Saat itu, beliau bertanya kepada saya, “Pak Agum, sepertinya keluarga prajurit sulit mendapatkan air. Boleh saya bantu?”‘ kata Agum mengutip ucapan almarhum.
Agum menerima tawaran itu dengan penuh rasa syukur. Teddy Thohir segera bertindak untuk memperbaiki dan membangun jaringan air bersih bagi keluarga prajurit Kopassus.
Menurut Agum, bantuan tersebut memberikan dampak besar yang masih dirasakan hingga saat ini oleh prajurit dan keluarga yang tinggal di area tersebut.
‘Saya sangat berterima kasih kepada Pak Teddy Thohir. Hingga kini, para Kopassus yang sudah lama pun tidak akan melupakan jasa beliau,’ ujar Agum dengan hormat.
Agum menggambarkan Teddy Thohir sebagai seseorang yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial, sahabat yang selalu siap membantu tanpa pamrih. Tidak hanya dalam peristiwa tersebut, Agum menyebutkan banyak kenangan lain tentang kepedulian dan ketulusan almarhum.
‘Saya melihat Pak Thohir sebagai orang yang, kalau diibaratkan sekarang, adalah sosok daun. Banyak teman, banyak sahabat, dan sangat peduli terhadap kehidupan,’ ucapnya.
Agum juga membahas keterlibatan Teddy Thohir dalam pengembangan kawasan Emeralda, tempat Masjid At-Thohir berdiri.
Ia menyebut berbagai pendekatan yang digunakan dalam membangun kawasan tersebut mencerminkan ketulusan dan kebijaksanaan almarhum dalam menjalin hubungan sosial dan mengatasi tantangan di lapangan.
‘Saya merasa sangat bangga karena nama beliau diabadikan di masjid yang begitu megah dan indah,’ ujar Agum menutup sambutannya.
Masjid At-Thohir sendiri menjadi simbol dedikasi keluarga besar Thohir untuk mengenang dan menghormati almarhum yang telah meninggalkan warisan nilai, kepedulian, dan teladan hidup.
Acara Hijriah Food Festival 2025 menjadi momen penting untuk mengenang sosok Teddy Thohir di tengah suasana kebersamaan lintas generasi.
Dalam acara tersebut, selain menyajikan beragam kuliner halal dari Indonesia, Timur Tengah, dan Tiongkok, Yayasan Mochammad Thohir juga memberikan santunan kepada anak yatim di sekitar Masjid At-Thohir.









