AMPI Sambut Positif Upaya Menteri ESDM Tangani Masalah Tambang Nikel di Raja Ampat
Kami memahami dan berempati bahwa kekhawatiran mengenai potensi kerusakan lingkungan dan pelanggaran hak masyarakat adat sangat dimaklumi.
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) mendukung langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mengatasi isu tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Ketua Umum AMPI Jerry Sambuaga dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyatakan bahwa pihaknya mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis guna melindungi kepentingan negara, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkeadilan dan berkelanjutan.
“Kami memahami dan berempati bahwa kekhawatiran mengenai potensi kerusakan lingkungan dan pelanggaran hak masyarakat adat sangat dimaklumi. Oleh karena itu, kami mengapresiasi kecepatan Menteri Bahlil dalam menangani masalah ini,” ucap Jerry.
Organisasi sayap Partai Golkar ini menyebut izin tambang yang dipermasalahkan bukan diterbitkan di masa Bahlil menjabat sebagai Menteri ESDM. Oleh sebab itu, tuduhan terhadap Bahlil dianggap tidak berdasar.
Karena itu, Jerry mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, terutama oleh pihak-pihak tertentu yang berpotensi memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan politik. Publik diajak untuk membudayakan mencari tahu fakta sebelum mengambil kesimpulan.
“Masyarakat, terutama generasi muda, harus semakin kritis agar tidak mudah terjebak dalam misinformasi sehingga dapat memahami duduk perkara suatu peristiwa secara menyeluruh. Tidak hanya soal Raja Ampat ini, tetapi dalam keseharian secara keseluruhan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum AMPI Arief Rosyid Hasan menyebut langkah Menteri ESDM untuk hadir langsung mengecek lokasi penambangan di Raja Ampat pekan lalu merupakan bentuk komitmen untuk menyelesaikan isu ini.
“Kehadiran Menteri Bahlil juga merupakan bukti kehadiran pemerintah dalam menyikapi persoalan secara konkret, bukan hanya dari balik meja,” tutur Arief.
Menurut Arief, Bahlil juga memiliki hubungan erat dengan Bumi Cenderawasih karena tumbuh dan besar di Fakfak, Papua Barat. Latar belakang itu membuat Bahlil memahami kesakralan tanah Papua.
“Sebagai sesama anak Timur, dari sekian lama perjalanan bersama Kanda Bahlil, saya pribadi bisa bersaksi bagaimana beliau ini selalu membela kepentingan orang kecil, terutama karena beliau sendiri berasal dari kelas ekonomi yang sangat sulit sebelum akhirnya duduk di kabinet,” ungkapnya.
Hal ini dinilai selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengamalkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 sebagai cetak biru ekonomi Indonesia yang menekankan peran besar negara dalam mengelola kekayaan alam demi kemakmuran rakyat.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa izin usaha pertambangan PT GAG Nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, diterbitkan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai menteri.
Oleh karena itu, menurut Bahlil, penting untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan agar memahami kondisi sebenarnya terkait maraknya pemberitaan yang beredar di publik.
“Saat izin usaha pertambangan dikeluarkan, saya masih Ketua Umum Hipmi Indonesia dan belum masuk kabinet. Karena itu, untuk memahami kondisi sebenarnya kita harus memverifikasi langsung ke lapangan guna mengetahui kondisi sebenarnya secara objektif,” katanya, Kamis (5/6).
Ia juga memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pertambangan nikel oleh PT GAG Nikel hingga hasil verifikasi dari Kementerian ESDM keluar. Sementara itu, pada Sabtu (7/6), Bahlil telah mengunjungi langsung lokasi tambang di Pulau Gag, Raja Ampat.









