Home / Berita / Pakar: Langkah BI Stabilkan Kurs Rupiah

Pakar: Langkah BI Stabilkan Kurs Rupiah

analis intervensi bi bikin kurs rupiah kembali stabil

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pakar mata uang dan Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, berpendapat bahwa intervensi Bank Indonesia (BI) pada kurs rupiah di pasar domestik berhasil menstabilkan kembali mata uang Indonesia.

“Untuk menenangkan pasar, Bank Indonesia terus melakukan intervensi tiga lapis di perdagangan DNDF (Domestic Non Deliverable Forward), yaitu di pasar valuta asing, obligasi, dan repo. Dengan langkah ini, pelemahan rupiah bisa terus diantisipasi dan stabilitas rupiah dapat terjaga, meskipun kondisi pasar global tidak sedang dalam keadaan baik,” jelasnya dalam sebuah pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.

Intervensi tiga lapis tersebut meliputi pasar valuta asing (valas) pada transaksi spot dan DNDF, serta Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Optimalisasi instrumen intervensi tiga lapis ini bertujuan memastikan ketersediaan likuiditas valas yang memadai untuk kebutuhan perbankan dan dunia usaha, serta menjaga keyakinan pelaku pasar.

Faktor lain yang mempengaruhi kurs rupiah adalah laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi tahunan (year-on-year) Indonesia sebesar 1,03 persen pada Maret 2025.

Secara tahunan (year-on-year) pada Maret 2025, terjadi inflasi sebesar 1,03 persen, dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,13 pada Maret 2024 menjadi 107,22 pada Maret 2025.

Selain itu, kurs rupiah juga terpengaruh oleh penetapan tarif impor tambahan sebesar 50 persen oleh Amerika Serikat (AS) terhadap barang-barang China.

Secara keseluruhan, tarif yang dikenakan pemerintah AS terhadap barang impor dari China mencapai 104 persen, terdiri dari bea impor tambahan sebesar 20 persen, tarif resiprokal 34 persen, dan tarif tambahan 50 persen saat ini.

“China belum menunjukkan niat untuk mundur, dengan Kementerian Perdagangan menyatakan akan bertahan hingga akhir melawan peningkatan tarif AS. Pasar juga berspekulasi bahwa China sedang mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah AS dalam jumlah besar, yang menghasilkan lonjakan besar dalam imbal hasil,” ujar Ibrahim.

Pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta, nilai tukar rupiah menguat sebesar 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.873 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.891 per dolar AS.

Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini melemah ke level Rp16.943 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.849 per dolar AS.

Tag:

Category List

Social Icons