Home / Ekonomi / Prospek IHSG Masih Berpotensi Melemah dalam Jangka Pendek

Prospek IHSG Masih Berpotensi Melemah dalam Jangka Pendek

analis proyeksikan ihsg berlanjut melemah jangka pendek

Prospek IHSG Masih Berpotensi Melemah dalam Jangka Pendek

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Hendra Wardana, seorang analis pasar modal dan pendiri Stocknow.id, menyatakan bahwa IHSG masih menghadapi risiko pelemahan lebih lanjut dalam jangka waktu dekat.

“Secara teknikal, IHSG saat ini berada di zona support antara 5.945 hingga 6.045, dengan level penting berikutnya di antara 5.500 hingga 5.636. Ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, ancaman pelemahan lebih lanjut tetap ada,” ungkap Hendra ketika dihubungi oleh Antara di Jakarta, Rabu.

Di sisi lain, ada peluang untuk IHSG mengalami technical rebound jika pemerintah Indonesia memberikan sinyal positif terkait negosiasi dalam menanggapi kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Namun, kemungkinan terjadinya technical rebound tetap terbuka, terutama jika Presiden Prabowo Subianto memberikan respons diplomatik yang tegas terhadap kebijakan tarif Trump,” ujar Hendra.

Hendra menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik, didukung oleh fundamental ekonomi dalam negeri dan performa yang kuat dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar.

Ia menambahkan bahwa pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan tarif yang diterapkan oleh Donald Trump.

“Walaupun ekspor Indonesia ke AS hanya sekitar 9,9 persen dari total ekspor nasional, reaksi pasar yang berlebihan menunjukkan kekhawatiran mendalam terhadap ketegangan dagang global, potensi perlambatan ekonomi dunia, serta belum adanya respons cepat dari pemerintah RI sebelum pasar dibuka,” jelas Hendra.

Menurutnya, situasi ini justru membuka peluang bagi investor untuk membeli saham-saham unggulan yang harganya sedang turun.

“Ketika investor panik, ini bisa menjadi kesempatan strategis untuk mulai mengoleksi saham-saham unggulan yang harganya sedang terkoreksi. Terlebih lagi, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat: pertumbuhan PDB stabil di sekitar 5 persen, neraca perdagangan yang masih surplus, dan fundamental perusahaan besar yang tetap kokoh,” tambah Hendra.

Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (08/04) pagi, IHSG dibuka melemah 596,33 poin atau 9,16 persen ke posisi 5.914,28.

Pelemahan IHSG yang lebih dari 8 persen ini menyebabkan BEI menghentikan sementara perdagangan selama 30 menit.

Pada penutupan perdagangan Selasa sore, IHSG ditutup masih melemah 514,48 poin atau 7,90 persen ke posisi 5.996,14.

Tag:

Category List

Social Icons