Anwar Ibrahim Tegaskan Tidak Akan Mengundurkan Diri Selama Tidak Bersalah
Kuala Lumpur (BERITA HARIAN ONLINE) – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa ia tidak akan melepaskan jabatannya selama ia tidak melakukan kesalahan atau penyalahgunaan kekuasaan, meskipun ada tekanan dari beberapa pihak.
Anwar, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Malaysia, menyatakan bahwa ia akan tetap fokus pada tanggung jawabnya untuk membangun bangsa dan negara.
‘Insyaallah, saya tidak akan mundur. Jika saya mencuri uang publik dan masyarakat menuntut saya mundur, maka itu hal lain. Tapi saya tidak mencuri uang siapa pun,’ tegas Anwar di Penang, Sabtu, seperti dilaporkan oleh Kantor Berita Malaysia, BERNAMA.
Belakangan ini, kritik terhadap Anwar semakin gencar dari kelompok oposisi. Mereka mempertanyakan kepemimpinan Anwar yang dianggap tidak sesuai dengan semangat reformasi di Malaysia.
Berdasarkan informasi yang ada, akan terjadi aksi protes besar-besaran di Kuala Lumpur pada 26 Juli 2025, untuk menuntut Anwar turun dari jabatannya.
Anwar menyebutkan bahwa ia telah menjabat sebagai Perdana Menteri selama hampir tiga tahun. Selama masa jabatannya, tidak ada satu pun proyek pembangunan yang dilakukan melalui negosiasi langsung.
‘Semua harus melalui proses tender,’ ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ia tidak antikritik. Jika ada pihak-pihak yang menginginkan dirinya mundur, Anwar meminta agar mereka menggunakan cara yang tepat.
‘Gunakan Parlemen. Kritiklah jika diperlukan. Jika oposisi memiliki kekuatan, mereka bisa mengajukan mosi. Itulah cara yang benar. Bujuklah anggota parlemen mana pun untuk mendukung Anda. Jika saya kalah, saya akan mundur secara terhormat. Itulah cara yang damai,’ ungkapnya.
PM Anwar menyatakan bahwa pemerintahan MADANI di bawah kepemimpinannya bekerja keras untuk membangun bangsa, termasuk menangani kenaikan biaya hidup.
Ia menjelaskan bahwa berbagai inisiatif sedang dilakukan, termasuk menaikkan upah minimum, memberikan bantuan kepada petani miskin, memperluas program Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET), meningkatkan penyediaan perumahan terjangkau untuk kelompok B40, dan menaikkan gaji pegawai negeri sipil.
Anwar mengakui bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun memimpin pemerintahan. Ia menyatakan bahwa pemerintahan melakukan yang terbaik untuk mendukung rakyat sekaligus mendorong pembangunan Malaysia.








