New York (BERITA HARIAN ONLINE) – Menjelang Piala Dunia FIFA 2026, perwakilan dari sebelas kota di Amerika Serikat yang akan menjadi tuan rumah menguraikan sejumlah rencana untuk memastikan bahwa kejuaraan ini memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah kesetaraan budaya, pengembangan infrastruktur, dan memperluas akses olahraga bagi kaum muda.
Dalam sebuah diskusi panel yang berlangsung pada Senin (9/6) di Paley Center for Media, New York, para pejabat dari kota-kota tuan rumah tersebut menjabarkan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi budaya, menawarkan lebih banyak peluang kepada generasi muda, dan berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur umum.
Salah satu inisiatif paling menonjol adalah Proyek Warisan Seni China-Amerika di Seattle, program yang didanai kota dengan anggaran 250.000 dolar AS, yang dirancang untuk menonjolkan kontribusi historis komunitas China-Amerika di Distrik Pecinan-Internasional kota tersebut.
April Putney, mewakili komite tuan rumah Seattle, menyatakan bahwa proyek ini adalah contoh dari pendekatan “warisan berbasis komunitas” di kota tersebut.
“Kami bekerja sama erat dengan komunitas lokal,” ujar Putney.
“Ini lebih dari sekadar menjadi lokasi pertandingan; ini tentang siapa yang menjadi bagian dari cerita ini,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan dari Xinhua, Putney menjelaskan bahwa Distrik Pecinan, yang terletak hanya beberapa langkah dari stadion, adalah pusat dari program penggemar dan budaya Seattle.
“Kami ingin bisnis dan warga setempat memperoleh manfaat secara langsung,” tambahnya.
Kota-kota lainnya juga mengadopsi pendekatan lokal yang serupa. Los Angeles mendanai hibah untuk organisasi nirlaba, Miami merancang Festival Penggemar yang kaya akan budaya, Kansas City sedang menguji model transit regional baru, sementara Dallas menginvestasikan dana dalam infrastruktur sepak bola untuk remaja dan kapasitas media.
FIFA akan mengawasi struktur kompetisi turnamen, sementara kota-kota di AS berusaha menjadikan acara ini lebih inklusif dan berarti bagi masyarakat lokal.
Zona tontonan publik gratis, kemitraan dengan komunitas akar rumput, dan inisiatif penjenamaan regional merupakan bagian dari strategi besar untuk memanfaatkan Piala Dunia sebagai platform yang memberikan manfaat sipil jangka panjang.
Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan AS menjadi tuan rumah untuk 60 pertandingan, termasuk babak final.









