Jakarta – Pelita Jaya Diterpa Badai Cedera Menjelang Playoff IBL 2025
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pelita Jaya Jakarta, juara bertahan Indonesian Basketball League (IBL), kini tengah menghadapi serangkaian cedera yang berpotensi mengganggu upaya mereka mempertahankan gelar di musim ini.
Di pekan ke-15, Pelita Jaya mencatatkan 12 kemenangan dan 3 kekalahan, menempatkan mereka di posisi kedua klasemen sementara. Namun, kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama tim pelatih, terutama mendekati babak playoff.
Berdasarkan data dari laman IBL, empat pemain kunci mereka mengalami cedera, termasuk kapten tim Andakara Prastawa Dhyaksa yang masih dalam masa pemulihan pasca operasi meniscus. Point guard senior ini diperkirakan baru bisa kembali bermain pada Mei atau Juni, sementara itu posisinya diisi oleh M. Arighi.
Sayangnya, Arighi juga baru mengalami cedera pergelangan kaki dalam pertandingan melawan Kesatria Bengawan Solo, memaksanya absen selama satu hingga dua minggu.
Brandon Jawato juga mengalami nasib serupa dengan cedera pergelangan kaki yang lebih serius, grade 2 sprain, dan diperkirakan akan absen selama dua hingga tiga minggu.
Absennya Arighi dan Jawato menjadi pukulan berat bagi Pelita Jaya karena keduanya adalah pemain kunci dalam rotasi tim. Jawato rata-rata mencetak 10,2 poin per pertandingan dalam 13 laga, sementara Arighi menyumbang 6,6 poin per pertandingan, dengan kinerja yang lebih baik dibanding musim lalu.
Pemain asing Pelita Jaya, JaQuori McLaughlin, juga masih dalam pemantauan. Pemain asal Amerika Serikat ini sudah absen dalam lima pertandingan terakhir karena cedera hamstring.
Walaupun sebelumnya tampil impresif dalam sembilan laga dengan rata-rata 15,7 poin, 4,2 rebound, dan 5,6 assist per gim, belum ada kepastian kapan McLaughlin bisa kembali bermain.
Situasi ini memaksa pelatih Pelita Jaya untuk melakukan penyesuaian besar dalam rotasi pemain. Dalam pertandingan melawan Satya Wacana, Senin malam (14/4), performa Pelita Jaya sempat menurun terutama di babak pertama, menunjukkan betapa pentingnya peran pemain inti yang tengah cedera.
Di tengah jadwal yang padat, Pelita Jaya juga harus bersiap tampil di Basketball Champions League (BCL) Asia-East 2025. Hal ini menambah rumit keputusan rotasi dan pembagian menit bermain, terutama di akhir musim reguler.
Manajemen dan staf pelatih Pelita Jaya kini harus berhati-hati agar tidak mengorbankan kondisi pemain demi kemenangan jangka pendek. Sebab, menjaga kebugaran pemain kunci sangat menentukan peluang mereka di playoff mendatang.









