Home / Lingkungan / Perhatian Terhadap Potensi Awan Panas Gunung Karangetang

Perhatian Terhadap Potensi Awan Panas Gunung Karangetang

badan geologi waspadai awan panas guguran gunung karangetang

Perhatian Terhadap Potensi Awan Panas Gunung Karangetang

Kubah lava lama masih berada di puncak dan dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava

Manado (BERITA HARIAN ONLINE) – Badan Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap ancaman awan panas guguran Gunung Karangetang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid AN, menyampaikan dalam keterangan di Manado pada hari Sabtu, “Kubah lava lama masih berada di puncak dan sewaktu-waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava.”

Dalam laporan aktivitas Gunung Karangetang untuk periode 16-31 Maret 2025, Muhammad Wafid menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi, karakteristik awan panas guguran gunung api di Pulau Siau ini disebabkan oleh akumulasi material lava yang longsor, serta adanya lahar ketika hujan di puncak.

Evaluasi lainnya menunjukkan bahwa secara visual tidak ada kejadian guguran atau erupsi efusif yang teramati, dengan tinggi asap maksimum mencapai 150 meter di atas puncak.

Aktivitas seismik seperti gempa vulkanik dalam masih terekam tinggi selama minggu ini, yang mengindikasikan adanya akumulasi magma di bagian dalam yang kemungkinan akan bergerak ke permukaan.

Gempa lainnya masih fluktuatif dan tidak menunjukkan peningkatan atau penurunan yang signifikan.

Berdasarkan pengamatan instrumental, selama periode tersebut tercatat dua kali gempa guguran, 108 kali gempa embusan, dan 12 kali gempa hybrid/fase banyak.

Selain itu, terekam 19 kali gempa vulkanik dangkal, 24 kali gempa vulkanik dalam, empat kali gempa tektonik lokal, dan 97 kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, kawah utara kadang terlihat mengeluarkan asap putih tipis hingga tebal setinggi maksimum 200 meter di atas puncak, sementara gejala vulkanik lainnya belum teramati.

Sejak 11 Januari 2025 pukul 18.00 WITA, Kementerian ESDM menurunkan status Gunung Karangetang dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).

Tag:

Category List

Social Icons