Bank Mandiri Siapkan Dana Rp2,5 Triliun untuk Ramadhan dan Idul Fitri
Bank Mandiri Regional X Sulawesi & Maluku telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp2,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan nasabah selama Ramadhan dan momentum Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, yang berlangsung dari 10 Maret hingga 8 April 2025.
Menurut Regional CEO Bank Mandiri Region X/Sulawesi & Maluku, Atta Alva Wanggai, jumlah dana tunai yang disiapkan tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,29 persen dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya.
Penggunaan Dana Tunai
Sebagian besar dari dana tunai tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengisian ATM Bank Mandiri di Sulawesi dan Maluku, yang diprediksi mencapai Rp1,9 triliun selama periode tersebut.
Guna mendukung penyaluran dana tunai ke masyarakat, Bank Mandiri juga telah mengoptimalkan pengisian 690 unit ATM/CRM (ATM setor tarik) di Sulawesi & Maluku yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus di seluruh Indonesia.
Selain itu, Bank Mandiri juga mengoptimalkan kanal pembayaran online untuk membantu nasabah bertransaksi dengan cepat, antara lain dengan ketersediaan 10.356 mesin EDC dan 262 ribu QRIS atau Livin Merchant.
Layanan Tambahan
Bank Mandiri juga menyediakan layanan Mandiri Agen yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri dan secara resmi terdaftar untuk melayani transaksi keuangan di Wilayah Sulawesi dan Maluku, dengan total 10.844 agen.
Untuk memastikan kelancaran transaksi BI FAST nasabah, Bank Mandiri akan menyediakan likuiditas yang memadai pada Rekening Settlement Dana (RSD) untuk mengantisipasi lonjakan transaksi BI FAST pada periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Sedangkan langkah preventive maintenance telah dilakukan pada 302 ATM/CRM yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi & Maluku, khususnya di lokasi strategis seperti rest area, bandara, terminal, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hotel, SPBU dan tempat wisata.
Bank Mandiri juga akan memastikan kesiapan jaringan IT secara optimal untuk mengantisipasi kenaikan transaksi yang dilakukan nasabah pada seluruh channel pembayaran elektronik, dengan membentuk tim monitoring IT yang selalu siaga.








