Tim Basarnas Aceh Menyelamatkan ABK Filipina yang Mengalami Kecelakaan
Banda Aceh (BERITA HARIAN ONLINE) – Tim dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh berhasil melakukan evakuasi terhadap seorang anak buah kapal tanker yang berasal dari Filipina. ABK tersebut mengalami cedera akibat kecelakaan kerja.
Ibnu Harris Al Hussain, Kepala Basarnas Banda Aceh, mengungkapkan bahwa ABK yang diselamatkan adalah Trimuya Erdaggo Jr, berusia 43 tahun. Dia dievakuasi akibat luka di jari tangannya.
“ABK yang merupakan warga Filipina tersebut bekerja di kapal tanker bernama MT Chemstran Baltic. Dia mengalami luka karena ibu jari tangan kirinya terkena palu,” jelasnya.
Ibnu Harris Al Hussain menambahkan bahwa kapal MT Chemstran Baltic sedang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Uban menuju Fujaitah Point di Uni Emirat Arab. Kapten kapal meminta bantuan evakuasi setelah terjadi kecelakaan kerja pada salah satu ABK-nya.
“Kami mendapatkan permintaan evakuasi dari agen kapal pada Sabtu (31/5) sore. Berdasarkan informasi tersebut, tim Basarnas mengevakuasi korban dengan menggunakan kapal SAR KN Kresna 232,” ujarnya.
Setelah itu, tim Basarnas berkoordinasi dengan kapal untuk menentukan lokasi evakuasi. Setelah titik evakuasi ditentukan, KN Kresna 232 berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, menuju lokasi tersebut.
“Lokasi evakuasi berada di Selat Benggala, antara Pulau Aceh di Kabupaten Aceh Besar dan Pulau Weh di Kota Sabang. Jaraknya sekitar enam mil laut dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh,” tambah Ibnu Harris Al Hussain.
Sebelum dipindahkan ke kapal SAR KN Kresna, ABK asal Filipina tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan dokumen Imigrasi. Setelah dinyatakan sehat dan tidak ada masalah imigrasi, ia dipindahkan ke kapal SAR.
KN Kresna kemudian kembali menuju Pelabuhan Ulee Lheue, di mana korban dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh, untuk perawatan lebih lanjut.
“Proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan. Kondisi cuaca di perairan saat evakuasi relatif baik dengan sedikit gelombang,” kata Ibnu Harris Al Hussain.
Kepala Basarnas Banda Aceh menambahkan bahwa evakuasi melibatkan tim dari Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banda Aceh, pihak syahbandar, Polri, dan mitra kerja Basarnas lainnya.
“Setelah evakuasi ABK Filipina ini selesai, operasi SAR ditutup dan semua personel kembali ke instansi masing-masing,” tutup Ibnu Harris Al Hussain.









