Home / Lingkungan / Cara Efektif Mengelola Limbah Hewan Kurban Secara Ramah Lingkungan

Cara Efektif Mengelola Limbah Hewan Kurban Secara Ramah Lingkungan

begini cara tangani limbah hewan kurban yang ramah lingkungan

Jakarta Menawarkan Solusi Ramah Lingkungan untuk Limbah Hewan Kurban

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkenalkan metode aman dan ramah lingkungan untuk menangani limbah cair dari hewan kurban, misalnya darah, dengan cara menguburnya di lubang tanah yang kedap air.

Analis Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Ria Triany, menyatakan di Jakarta pada hari Kamis bahwa lubang penampungan dapat dirancang sesuai perkiraan volume darah per kilogram (kg) berat hewan, yaitu 60 mililiter (ml) per kg berat hewan.

Contoh yang diberikan adalah untuk 10 ekor sapi dengan berat masing-masing 500 kg, diperkirakan akan menghasilkan 0,3 m³ darah, sehingga dibutuhkan lubang penampungan dengan kapasitas minimal 0,3 m³, berukuran 1,2 m (kedalaman), 0,5 m (panjang), dan 0,5 m (lebar).

“Setelah terisi, limbah tersebut harus ditambahkan disinfektan seperti tablet klorin atau kapur tohor,” ungkap Ria.

Selanjutnya, air bekas pencucian daging harus disimpan dalam tangki septik yang dirancang agar tidak bocor dan memiliki jarak aman dari saluran pembuangan.

Disinfektan juga perlu ditambahkan ke dalam air ini untuk menjamin keamanan lingkungan.

Sementara itu, sisa darah atau cairan di area pemotongan harus dibersihkan dengan bahan penyerap seperti serbuk kayu, sekam padi, arang aktif, atau zeolit.

Kemudian, air yang sudah tidak bercampur darah dapat digunakan kembali, misalnya untuk menyiram tanaman.

Pengelolaan bagian tubuh hewan yang tidak dimanfaatkan juga harus dilakukan secara bijaksana.

Ria mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan luas lahan yang dimiliki. Jika lahan cukup luas dan jumlah hewan tidak banyak, sisa tersebut bisa ditimbun di tanah dengan tambahan disinfektan.

Alternatif lain adalah menggunakan “Maggot Black Soldier Fly” atau lalat tentara hitam dari proses pengolahan limbah dengan maggot.

Namun, jika jumlah hewan kurban banyak dan lokasi terbatas, maka sisa tubuh hewan harus dianggap sebagai limbah padat organik khusus karena bisa mengandung patogen.

Limbah ini harus dipisahkan dari sampah organik biasa dan sampah non-organik serta dimusnahkan melalui insinerasi (pembakaran),” tambah Ria.

Terakhir, pengelolaan konsumsi makanan saat kurban juga penting untuk mencegah penumpukan sampah berlebih pada Idul Adha 1446 Hijriah.

Ria menyarankan agar masyarakat memasak secukupnya dan menerapkan konsep prasmanan agar tidak ada makanan yang terbuang percuma.

Tag:

Category List

Social Icons