Bernard Van Aert Sukses Raih Medali Perunggu di Japan Track Cup I-II
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pesepeda Indonesia, Bernard Benyamin van Aert, berhasil meraih medali perunggu dalam nomor Points Race di ajang Japan Track Cup I-II yang berlangsung di Shizouka, Jepang, pada hari Minggu.
Bernard memastikan kemenangan dengan membawa pulang medali perunggu setelah menuntaskan jarak 40km atau 160 lap, finis di posisi ketiga di belakang dua atlet tuan rumah, Kazushige Kuboki dan Kanta Umezawa.
“Mayoritas kompetitor yang berpartisipasi termasuk yang berlaga di Olimpiade sebelumnya, seperti dari Australia dan New Zealand, ada juga yang juara Olimpiade,” kata Bernard kepada BERITA HARIAN ONLINE melalui sambungan telepon dari Jakarta, Minggu.
“Para atlet Jepang juga sangat kompetitif, sehingga dari hari pertama sampai hari keempat kami menghadapi persaingan yang cukup berat. Namun, beruntung pada hari terakhir di lomba terakhir saya masih bisa naik podium,” tambahnya.
Tiga pesepeda Indonesia lainnya, Terry Yudha Kusuma, M. Andy Royan, dan Julian Abi Manyu, juga ikut serta dalam Japan Track Cup I-II bersama Bernard. Mereka turut berkompetisi di semua nomor yang dipertandingkan dalam ajang yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 2025.
Mulai dari nomor madison dan elimination race pada hari pertama, diikuti omnium dan madison pada hari kedua, kemudian madison pada hari ketiga, serta scratch, elimination race, dan points race pada hari keempat.
Partisipasi dalam ajang ini juga merupakan bagian dari upaya timnas balap sepeda Indonesia untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
“Kami sedang mengumpulkan poin, terutama di nomor madison, yang merupakan nomor Olimpiade, untuk bisa lolos ke World Champion juga. Untuk nomor lainnya, kami berusaha lolos ke World Champ di Chili pada bulan Oktober,” jelas Bernard, yang juga mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024.
“Proses pengumpulan poin untuk Olimpiade mungkin masih berlangsung dua tahun lagi, tetapi kami sudah mulai mengejar dari sekarang supaya bisa lolos ke Olimpiade, karena jika menunggu dua tahun lagi mungkin akan terlalu berat. Oleh karena itu, kami mulai mengejar sejak sekarang untuk bisa lolos ke World Champ setiap tahun,” tambah Bernard.
Lebih lanjut, menurut Bernard, keikutsertaan dalam ajang balap sepeda seperti ini penting karena World Champion tidak memiliki kualifikasi, sehingga hanya bisa diikuti oleh atlet yang memiliki cukup poin atau berdasarkan peringkat.
Selanjutnya, Bernard dan tim akan bertanding di Japan Intercollegiate Cycling Federation (JICF) International Cup yang diadakan di Tipstar Dome Chiba, Jepang, pada 7-8 Juni 2025.
“Mungkin karena masih di Asia, cuaca di Jepang cukup bersahabat dan tidak dingin, dan kami juga bertanding di velodrome,” ujar Bernard mengenai adaptasi lingkungan.









