Home / Ekonomi / BKPM: Investasi Hilirisasi di Indonesia Sumbang 30 Persen

BKPM: Investasi Hilirisasi di Indonesia Sumbang 30 Persen

bkpm kontribusi investasi bidang hilirisasi di ri capai 30 persen

Investasi Hilirisasi Sumbang 30 Persen di Indonesia

Rata-rata 30 persen, meskipun didominasi oleh mineral, khususnya nikel

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengungkapkan bahwa investasi di bidang hilirisasi menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi yang diterima Indonesia.

“Kontribusi hilirisasi dalam investasi di Indonesia rata-rata mencapai 30 persen dari keseluruhan investasi yang masuk. Meskipun didominasi oleh mineral, terutama nikel,” ujar Rosan dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi berupaya mendorong hilirisasi di berbagai sektor seperti sektor perkebunan, kelapa sawit, hingga sektor kelautan seperti rumput laut.

“Intinya kontribusi tersebut sekitar 30 persen dari total investasi. Kita juga mengupayakan hilirisasi di sektor lain selain perkebunan. Hilirisasi kelapa sawit sudah berjalan, begitu juga di sektor kelautan untuk rumput laut,” kata Rosan.

Hilirisasi rumput laut dinilai penting dan memiliki potensi besar karena Indonesia merupakan negara penghasil rumput laut kedua terbesar di dunia, dan jika hanya mencakup seaweed tropical, Indonesia menempati urutan pertama. Hilirisasi ini juga melibatkan banyak petani rumput laut di seluruh Indonesia.

“Hilirisasi memberikan nilai tambah. Dengan mendapatkan nilai tambah, diharapkan tercipta lapangan pekerjaan yang lebih bagus dan berkualitas. Penciptaan lapangan kerja adalah salah satu tantangan kita,” tambah Rosan.

Pada kuartal II tahun ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi di bidang hilirisasi mencapai Rp144,5 triliun.

Investasi di sektor hilirisasi menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Kontribusi realisasi investasi di hilirisasi tersebut mencapai 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional pada kuartal II tahun ini yang sebesar Rp477,7 triliun.

Kontribusi terbesar berasal dari sektor mineral yang mencapai Rp96,2 triliun, diikuti sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp36,3 triliun, minyak dan gas bumi Rp10,7 triliun, serta perikanan dan kelautan sebesar Rp1,3 triliun.

Lima lokasi utama realisasi investasi di bidang hilirisasi untuk penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada triwulan II tahun ini meliputi Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.

Tag:

Category List

Social Icons