BMKG Peringatkan Masyarakat Kepri untuk Menghindari Berlindung di Bawah Pohon Saat Petir
BMKG memberikan sembilan saran untuk menghindari petir, selain tidak berteduh di bawah pohon. Salah satunya adalah segera masuk ke dalam bangunan atau mobil jika berada di luar dan mendengar bunyi guntur.
Batam (BERITA HARIAN ONLINE) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memperingatkan masyarakat agar tidak berlindung di bawah pohon saat terjadi kilat.
Peringatan ini muncul setelah seorang remaja meninggal akibat tersambar petir ketika berteduh di bawah pohon di Simpang Franky, Kota Batam, Kepri, pada hari Kamis.
“Hindari berlindung di bawah pohon karena jika pohon tersebut tersambar petir, energinya bisa menjalar ke tubuh kita,” kata Prakirawan Riza Juniarti kepada BERITA HARIAN ONLINE.
Riza menjelaskan bahwa petir yang terjadi pada siang hari tadi telah terpantau oleh radar yang dioperasikan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam sekitar pukul 11:00 WIB, dengan hujan disertai petir di Simpang Franky.
Menurutnya, petir adalah kejadian alam yang normal dan lazim terjadi, terutama selama badai yang dihasilkan oleh awan cumulonimbus (Cb).
“Petir terbentuk karena adanya muatan listrik di awan yang mengalir ke tanah atau antar awan, menghasilkan kilatan cahaya dan suara guntur yang menakutkan,” jelasnya.
Petir yang kuat dengan suara yang memekakkan juga terjadi pada sore hari di kawasan Batam Center.
Riza menjelaskan bahwa cuaca di Kota Batam dan sekitarnya selama seminggu ke depan diperkirakan akan mengalami hujan ringan hingga sedang yang mungkin disertai petir dan angin kencang.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG seperti Instagram @infobmkg atau @infobmkgbatam,” tambahnya.
BMKG menyarankan setidaknya sembilan cara untuk menghindari petir, di antaranya tidak berteduh di bawah pohon dan segera masuk ke dalam bangunan atau mobil jika berada di luar saat mendengar guntur.
Selain itu, ketika berada di kolam renang, segera keluar dan menjauh karena air dapat menghantarkan energi petir.
“Jauhi tiang listrik, menara, atau benda tinggi lainnya yang mudah disambar petir,” ujar Riza.
Ketika berada di area terbuka seperti sawah, lapangan, atau taman, segera menjauh karena petir cenderung memilih tempat tinggi untuk melepaskan energinya.
Jika sedang mengendarai motor, segera berhenti dan cari tempat berlindung yang aman.
Selain itu, jika berteduh di luar, atur jarak dengan orang lain agar tidak terkena lonjakan energi. Jika berada di luar, berdirilah dengan merapatkan kedua kaki atau berdiri dengan satu kaki untuk mengurangi risiko listrik melewati tubuh saat petir terjadi.
“Sebaiknya matikan perangkat komunikasi karena sinyal yang dipancarkan dapat menarik petir,” ujarnya.








