Home / Berita / BNPB: Bencana Hidrometeorologi Sebabkan Ratusan Korban di Awal Juni

BNPB: Bencana Hidrometeorologi Sebabkan Ratusan Korban di Awal Juni

bnpb bencana hidrometeorologi picu ratusan korban di awal juni

BNPB: Bencana Hidrometeorologi Sebabkan Ratusan Korban di Awal Juni

Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan tiga insiden bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan ratusan korban jiwa serta kerusakan bangunan di berbagai wilayah hingga pekan kedua Juni 2025.

Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB di Jakarta pada Jumat malam melaporkan berbagai kejadian bencana yang berlangsung hingga pukul 07.00 WIB, seiring meningkatnya curah hujan di berbagai wilayah Indonesia pada pekan kedua Juni 2025.

“Salah satu kejadian banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis 12 Juni pukul 08.00 WITA,” ujar Kepala Pusdalops BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta.

Hujan deras yang melanda wilayah tersebut menyebabkan banjir di tiga kecamatan, yakni Tellulimpoe, Sinjai Utara, dan Sinjai Timur. Sebanyak 152 jiwa terdampak dan 55 rumah terendam air.

Selain itu, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada sembilan hektare sawah, tiga fasilitas pendidikan, tujuh unit kantor, dan 18 akses jalan.

Kepala Pusdalops menjelaskan bahwa kondisi banjir kini telah mereda, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Sementara di wilayah berbeda, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Pebassian, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Senin (9/6) pukul 11.00 WITA.

Hujan deras yang berkepanjangan menjadi penyebab longsor yang merusak enam rumah dan dua petak sawah, serta memaksa enam keluarga mengungsi. Material longsor juga sempat menghalangi aliran sungai di sekitar lokasi.

BPBD Mamasa bersama aparat daerah telah melakukan penanganan darurat, membuka akses terdampak longsor, dan mendirikan posko darurat untuk menampung dan melayani kebutuhan dasar para pengungsi.

Sementara itu, BNPB juga melaporkan angin kencang yang melanda Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada Rabu (11/6), yang berdampak pada dua kecamatan, yaitu Julok dan Simpang Ulim.

Sebanyak 19 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin dan pohon tumbang. Tim gabungan saat ini tengah melakukan pembersihan puing dan material sisa kejadian.

Menanggapi serangkaian kejadian ini, Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Warga yang tinggal di daerah rawan, seperti lereng bukit dan tepi sungai, diminta untuk segera mengungsi ke tempat aman jika terjadi hujan deras dengan durasi lebih dari satu jam atau jika jarak pandang berkurang secara drastis.

“Upaya mitigasi dan antisipasi sangat penting, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana. Peran aktif semua pihak diperlukan untuk mengurangi risiko,” tegasnya.

Tag:

Category List

Social Icons