BNPT: Penguatan Pencegahan Terorisme dengan Kearifan Lokal melalui RAD PE
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menegaskan bahwa Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAD PE) yang mengedepankan kearifan lokal dapat mengoptimalkan pencegahan terorisme di wilayah-wilayah.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat di Padang pada Kamis (8/5), ia menyatakan bahwa kearifan lokal sangat penting untuk ditanamkan kepada generasi muda agar tidak melupakan identitas mereka sebagai bangsa Indonesia.
“RAD PE ini sangat penting karena dapat memaksimalkan pencegahan di daerah dengan mengangkat kearifan lokal dan melibatkan tokoh-tokoh adat. Selain itu, RAD PE akan disesuaikan dengan kondisi psikologis masing-masing daerah,” ujar Komjen Pol. Eddy saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Dia menekankan perlunya pemerintah daerah untuk menerapkan Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) di tingkat daerah melalui RAD PE yang berfokus pada kearifan lokal.
Komjen Pol. Eddy memberikan contoh langkah penerapan RAD PE berbasis kearifan lokal dengan memberikan edukasi mengenai sejarah Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat kepada generasi muda.
“Bagaimana perjuangan meraih kemerdekaan harus terus diingat, terutama terkait ideologi Pancasila,” tambahnya.
Sejalan dengan Kepala BNPT, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menjelaskan bahwa pendekatan melalui kearifan lokal telah diterapkan di Sumatera Barat, salah satunya melalui penguatan kelembagaan Nagari.
Nagari merupakan bentuk pemerintahan terendah di Sumatera Barat, yang serupa dengan desa di daerah lain di Indonesia. Pendekatan ini dianggap sebagai solusi untuk berbagai masalah sosial di Sumatera Barat, termasuk isu terorisme.
“Kami memiliki program Nagari Creative Hub yang bertujuan meningkatkan ekonomi karena ikatan emosional seseorang dengan Nagari sangat kuat,” ungkap Mahyeldi dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa mitra deradikalisasi di Sumatera Barat telah mencapai kemandirian melalui berbagai sektor usaha.
Dialog dalam pertemuan tersebut diakhiri dengan penjelasan dari Plt. Kaban Kesbangpol Sumatera Barat, Adi Dharma, yang mengungkapkan bahwa RAD PE di Sumatera Barat sedang dalam tahap penyusunan dan nantinya akan diterbitkan dalam bentuk peraturan gubernur (pergub).








