Penguatan Pemahaman Pancasila untuk Nelayan di Gunungkidul
Gunungkidul – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperkuat pemahaman Pancasila bagi masyarakat pesisir dan nelayan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan mereka terhadap informasi bohong atau hoaks.
Pentingnya Pemahaman Pancasila
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pemahaman Pancasila sangat penting bagi masyarakat pesisir dan nelayan agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Pancasila adalah konsensus tertinggi yang berlaku dalam kehidupan bernegara dan harus menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila adalah landasan yang membebaskan manusia dan menolak segala bentuk diskriminasi, termasuk pembersihan etnik. Oleh karena itu, pemahaman Pancasila harus terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk bagi nelayan yang bekerja di laut.
Dukungan untuk Nelayan
Sebagai bentuk dukungan bagi nelayan, BPIP juga memberikan bantuan berupa alat tangkap ikan dan jaket pelampung untuk meningkatkan keselamatan mereka di laut. Dengan demikian, diharapkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat pesisir dan nelayan semakin meningkat.
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso mengatakan kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 nelayan dari Pantai Baron dan sekitarnya. BPIP terus berupaya memberikan penguatan pemahaman Pancasila kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk nelayan, karena mereka bukan hanya pencari ikan, tetapi juga pahlawan yang menjaga laut kita.
Tanggung Jawab Bersama
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan bahwa BPIP memiliki tugas penting dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila. Ia menyoroti pentingnya penguatan ideologi Pancasila dalam menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme, dan intoleransi.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus senantiasa hadir dalam kehidupan masyarakat, karena Pancasila dilahirkan untuk menjaga persatuan dan mencegah bibit-bibit intoleransi.







