BRIN Mendirikan Bank Benih Rumput Laut untuk Mengatasi Kekurangan Bibit
Kami sedang mengumpulkan beragam jenis rumput laut untuk mencoba membudidayakannya
Mataram (BERITA HARIAN ONLINE) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini sedang mengkonsolidasikan seluruh jenis rumput laut yang ada di Indonesia ke dalam sebuah bank benih. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sektor hulu budi daya rumput laut yang saat ini mengalami kendala dalam ketersediaan bibit unggul.
Kepala Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat BRIN, Fahrurozi, menyebutkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 900 jenis rumput laut, namun hanya enam hingga sembilan jenis yang dapat dibudidayakan secara komersial.
“Kami sedang mengoleksi berbagai jenis rumput laut dengan harapan dapat dibudidayakan,” ungkapnya ketika ditemui oleh BERITA HARIAN ONLINE di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada hari Rabu.
Fahrurozi menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempelajari tiga jenis rumput laut yang siap untuk proses hilirisasi, yaitu Caulerpa lentillifera atau Anggur Laut, Ulva lactuca atau Rumput Laut Hijau Pipih, serta genus ganggang merah Halymenia yang memiliki kemampuan mengurangi polusi gas metana.
Rumput laut merah Halymenia secara alami dapat menyerap gas metana, yang berpotensi mengurangi dampak perubahan iklim. Jenis rumput laut ini dapat dijadikan pakan ternak untuk menekan emisi gas metana dari hewan ternak sapi.
Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat BRIN, Wahyu Purbiantoro, mengungkapkan bahwa selama ini Indonesia mengimpor bibit rumput laut merah dari Filipina, namun sebagian besar bibit tersebut tidak dapat dibudidayakan.
Bibit rumput laut merah impor tersebut tidak mampu berkembang biak secara alami, sehingga menyulitkan proses mendapatkan indukan melalui teknik pembibitan dengan spora.
BRIN berencana melakukan penelitian terhadap rumput laut merah pada pertengahan tahun 2025 mendatang. Bank benih rumput laut ini berlokasi di kawasan Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat BRIN, yang terletak di Lombok Utara, NTB.
Wahyu berharap bahwa dengan adanya bank benih ini, jenis rumput laut merah yang berpotensi untuk dikomersialkan dapat diidentifikasi, terutama yang asli dari Indonesia.
“Kami mencoba varietas yang asli dari Indonesia, yang ditemukan di alam. Untuk saat ini, kami akan mencari di Pulau Lombok dan Sumbawa, namun di masa depan area pencarian dapat diperluas,” tutur Wahyu.






