BSI Anjurkan Nasabah untuk Menjaga Kerahasiaan Data Pribadi dalam Setiap Transaksi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengimbau nasabah dan masyarakat umum untuk lebih waspada dalam menjaga kerahasiaan data pribadi saat melakukan transaksi, dengan memperkenalkan kampanye ‘Jagalah Hati, Jaga Data Diri’.
SEVP Branding and Communication BSI, Kemas Erwan Husainy, dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu, mengingatkan bahwa transaksi digital memiliki potensi besar untuk menjadi target penipuan. Data pribadi adalah benteng terakhir nasabah untuk menghindari penipuan.
Erwan memaparkan beberapa modus penipuan yang harus dikenali dan diwaspadai oleh masyarakat, antara lain phishing melalui email. Phishing adalah penipuan yang menipu korban ke situs palsu untuk mencuri informasi pribadi.
Selain itu, modus penipuan melalui SMS yang mengklaim dari bank, meminta konfirmasi transaksi dengan menyertakan tautan palsu untuk mendapatkan data kredensial seperti PIN, nama ibu kandung, nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, CVV/CVC, nomor ponsel dan OTP.
Ada juga penipuan melalui panggilan telepon atau WhatsApp palsu yang mengaku sebagai petugas resmi. Dalam modus ini, pelaku mengaku sebagai pegawai bank atau instansi lain untuk meminta konfirmasi transaksi dengan meminta data pribadi dan kredensial kartu serta OTP.
Modus lainnya termasuk situs palsu yang meniru laman resmi. Penipu menciptakan website palsu yang mirip dengan situs asli untuk menipu korban.
Penipuan juga dapat dilakukan dengan menggunakan surat palsu. Pelaku mengirim surat yang tampak resmi namun palsu kepada korban, isinya meminta pembayaran atau data pribadi.
Penting juga untuk mewaspadai risiko menggunakan wi-fi publik yang tidak aman, yang dapat menjadi pintu masuk bagi malware.
Erwan menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data seperti PIN, nama Ibu Kandung, nomor kartu, password, tanggal kedaluwarsa, CVV/CVC dan OTP (one-time password) serta memastikan tidak ada pihak lain yang mengakses akun nasabah.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi keaslian informasi melalui BSI Call 14040, website www.bankbsi.co.id, dan media sosial BSI di Instagram, Twitter, dan Facebook @banksyariahindonesia.
Untuk menghindari modus penipuan, nasabah juga disarankan untuk tidak membuka tautan mencurigakan yang diterima melalui SMS/WhatsApp, email, atau media lainnya yang meminta data pribadi/kartu beserta kode OTP. Verifikasi kembali nomor pengirim pesan atau penelepon, pastikan berasal dari BSI yang resmi.
BSI juga bekerja sama dengan pihak berwenang dan lembaga terkait lainnya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan digital di sektor perbankan.
Terkait kampanye ‘Jagalah Hati, Jaga Data Diri’, BSI telah memperoleh izin dari Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sebagai pemilik lagu ‘Jagalah Hati’.
‘Dengan latar belakang tersebut, kampanye ‘Jagalah Hati, Jaga Data Diri’ tidak hanya berfokus pada peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga data, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menghadapi era digital,’ ujar Erwan.









