Saat ini Bulog belum menyerap jagung petani karena ketersediaan gudang untuk penyimpanan terbatas
Bima, NTB (BERITA HARIAN ONLINE) – Perum Bulog menyatakan komitmen untuk menyerap 9.000 ton jagung dari para petani yang berada di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat.
“Pada 2025, kami menyerap 9.000 ton sesuai dengan harga yang ditetapkan terbaru,” kata Kepala Bulog Cabang Bima Heri Sulistyanto di Bima, Jumat.
Harga pembelian pemerintah (HPP) jagung terbaru saat ini adalah 5.500 per kilogram, naik Rp500 dari harga sebelumnya.
Heri menuturkan serapan tersebut sesuai kapasitas penyimpanan silo di sentra pengeringan jagung yang ada di Bima dan Dompu, gudang-gudang Bulog yang tersedia.
Bulog saat ini menyimpan 13.800 ton jagung hasil penyerapan tahun 2024. Belasan ribu ton jagung itu belum dilepas ke pasar, sehingga penyerapan tahun 2025 harus menunggu silo dan gudang kosong.
“Rinciannya Gudang Jatiwangi, Kota Bima sebanyak 1.347 ton; Gudang Bolo, Kabupaten Bima 1.756 ton; dan Hudang Dompu sebanyak 10.748 ton,” papar Heri.
Saat ini Bulog belum menyerap jagung petani karena ketersediaan gudang untuk penyimpanan terbatas.
Sarana untuk penyimpanan sedang disiapkan oleh perusahaan pelat merah tersebut. Proses lelang penjualan stok jagung pengadaan 2024 juga masih berjalan di Kantor KPKNL Bima.
Pada Januari sampai Desember 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nusa Tenggara Barat menghasilkan jagung sebanyak 1,2 juta ton.
Adapun pada Januari sampai April 2025, potensi produksi jagung dari hasil panen mencapai 683,95 ribu ton. Potensi kenaikan produksi itu sebesar 56,51 persen atau sekitar 246,96 ribu ton dibandingkan produksi pada Januari sampai April 2024.
Kepala BPS NTB Wahyudin menuturkan, pihaknya memproyeksikan lebih dari setengah total produksi jagung pada tahun 2024 bakal dipanen pada Januari sampai April 2024.








